PEKANBARU – Sebanyak 82 peserta, yang terdiri dari petani, penyuluh, serta perwakilan kelembagaan perkebunan, mengikuti Pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Pelatihan ini diselenggarakan pada 10-15 Juni 2025 di Grand Elite Hotel, Pekanbaru, Riau.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian, dengan LPP Agro Nusantara sebagai fasilitator.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.
BPDP bersama Ditjenbun Kementerian Pertanian memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan bagi para pekebun.
Program pelatihan yang rutin dilaksanakan ini menyasar berbagai pihak yang terlibat dalam bisnis perkebunan kelapa sawit swadaya, seperti pekebun, pengurus koperasi (KUD), hingga perangkat pendamping daerah.
Para peserta, yang berasal dari berbagai wilayah penghasil sawit, mengikuti pelatihan melalui undangan berdasarkan Data Rekomendasi Teknis (rekomtek). Rekomtek berisi daftar peserta ini diajukan oleh Dinas Perkebunan masing-masing wilayah dan dikeluarkan oleh Ditjenbun.
Pelatihan yang difasilitasi oleh LPP Agro Nusantara sejak tahun 2016 ini dirancang tidak hanya dengan kelas klasikal, tetapi juga didukung dengan kegiatan praktik dan kunjungan lapangan.
Dengan desain pembelajaran seperti ini, pekebun sawit diharapkan tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik ideal yang bisa diterapkan di kebun masing-masing.
Bentuk pelatihan ini diharapkan dapat menyasar tidak hanya sisi kognitif, tetapi juga peningkatan kemampuan dari segi bisnis dan keterampilan sebagai pekebun.
“Melalui bentuk pelatihan seperti ini, diharap pekebun tidak hanya sekadar mengerti. Tetapi juga mampu mempraktikkannya saat kembali ke kebun masing-masing,” tambah Pugar Indriawan, SEVP Operation LPP Agro Nusantara.
Seiring dengan kemajuan zaman, pekebun sawit perlu mengelola kebun secara profesional, baik, terarah, dan berprinsip keberlanjutan.
Walaupun dikelola secara swadaya, pekebun sebaiknya memiliki mindset mengelola kebun sebagai bisnis profesional. Hal itulah mengapa pelatihan ini menyasar berbagai aspek, mulai dari pengetahuan, kemampuan praktik, hingga peningkatan bisnis. (Rilis)
Editor: M Iqbal