JAKARTA - Kebiasaan membuka kap mesin mobil setelah menempuh perjalanan jauh, terutama saat beristirahat di rest area, sering dianggap sebagai cara efektif untuk mendinginkan mesin.
Namun, benarkah tindakan ini bermanfaat atau justru berisiko? Pandangan sebagian orang meyakini bahwa membuka kap mesin mempercepat proses pendinginan dengan bantuan udara luar.
Membuka kap mesin sebenarnya tidak efektif dalam menurunkan suhu internal mesin mobil yang telah bekerja keras.
Padahal sebenarnya membuka kap mesin tidak efektif menurunkan suhu mesin. Malah akan menimbulkan masalah baru kalau Anda tidak menyadarinya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa perbedaan suhu mesin antara mobil yang berjalan 1 jam atau 2 jam tidak signifikan, termasuk saat terjebak macet atau melaju di jalan tol.
Hal ini disebabkan karena mesin mobil modern telah dirancang dengan sistem pendingin yang lengkap dan efisien, meliputi radiator, kipas pendingin, dan sistem pendingin lainnya.
Keadaan ini akibat mesin mobil sebenarnya sudah didesain dengan komponen pendingin yang lengkap seperti radiator, kipas pendingin, dan sistem pendingin lainnya. Sepanjang sistem pendingin mesin tidak bermasalah, maka suhu mesin mobil bakal tetap ideal dan tidak akan overheat.
Membuka kap mesin hanya membantu mengeluarkan panas permukaan dan ruang mesin, namun tidak terlalu berpengaruh pada suhu internal mesin selama sistem pendingin berfungsi optimal.
Oleh karena itu, perawatan rutin sistem pendingin di bengkel resmi sangat dianjurkan. Selain tidak efektif, membuka kap mesin setelah perjalanan jauh juga menyimpan sejumlah risiko, seperti potensi luka bakar akibat mesin yang masih sangat panas, ruang mesin menjadi kotor karena debu dan kotoran, serta risiko menjadi korban kejahatan di tempat umum.
Jika tetap ingin membuka kap mesin untuk pengecekan, disarankan untuk mendiamkan mesin beberapa saat setelah dimatikan dan melakukannya di tempat yang aman, demikian dilansir dari autofun.