www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Hardiknas 2026, Guru PPPK Riau Soroti Relokasi dan Kesenjangan TPP
Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:45:05 WIB
Ketua ASN PPPK Provinsi Riau, Eko Wibowo (foto/rri)
Ketua ASN PPPK Provinsi Riau, Eko Wibowo (foto/rri)

PEKANBARU - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Provinsi Riau masih diwarnai berbagai persoalan yang dihadapi para guru, khususnya mereka yang berstatus PPPK. Isu relokasi dan kesenjangan tunjangan menjadi sorotan utama yang hingga kini belum sepenuhnya mendapat solusi dari pemerintah.

Ketua ASN PPPK Provinsi Riau, Eko Wibowo, menyampaikan bahwa momentum Hardiknas seharusnya menjadi titik refleksi bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan penataan tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap sumber daya manusia di sektor pendidikan yang dinilai masih membutuhkan dukungan lebih serius.

"Kami berharap Kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupata kota di Riau. Kami memohon kepada Bapak gubernur untuk memperhatikan sumber daya manusia yang hari ini perlu perhatian lebih," jelasnya, Jumat (1/5/2026).

Salah satu persoalan yang disorot adalah kesenjangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) antara guru PPPK dan PNS. Menurut Eko, perbedaan tersebut cukup signifikan dan berpengaruh terhadap motivasi kerja para guru.

"Kalau guru PPPK TPP-nya Rp 500 ribu, kalau TPP-nya PNS itu sudah Rp 1.500.000. Di momen hari pendidikan nasional ini, kami sebagai guru yang kami sama-sama mengajar juga mendidik agar TPP yang diteirma bisa disetarakan," jelasnya.

Naga169 Agen Slot Gacor Online Paling Terpercaya Di Indonesia

Selain itu, persoalan relokasi guru juga menjadi tuntutan yang terus disuarakan. Para guru PPPK mengaku telah memperjuangkan hal tersebut selama dua tahun terakhir, namun belum ada realisasi dari Pemerintah Provinsi Riau.

"Kami guru se Riau mohon Untuk segera direlokasi, kami telah berjuang selama dua tahun ini, tetapi belum ada realisasinya sampai saat ini. Kami sangat heran ketika Kabupaten Kota, sudah ada pemberkasan dan contohnya Kabupaten Rokan Hulu yang sangat saya apresiasi ya Bupati Kabupaten Rokan Hulu, sudah memulai, jadi guru-guru bisa semangat dan nyaman di dalam pendidikan, tujuannya agar pendidikan kita berkualitas dan bermutu," tegasnya.

Eko juga mengungkapkan bahwa urgensi relokasi tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan kerja, tetapi juga menyangkut kondisi sosial para guru. Banyak di antara mereka yang harus berjauhan dari keluarga, bahkan kesulitan saat menghadapi kondisi darurat di rumah.

"Kita melihat curhatan dari teman-teman, terutama yang paling risikan itu masalah jam mengajar. Kedua, berpisahnya antara suami dan istri, dan juga keluarga, kadang orang tua ada yang sakit, ketika guru ini pindah dari asal, dia mengabdi, maka ketika orang tua sakit, siapa yang mau merawat orang tuanya?," ucapnya.

Ia berharap kebijakan relokasi dapat segera direalisasikan agar penempatan guru menjadi lebih efektif dan sesuai dengan domisili masing-masing.

"Itulah kenapa saya dan teman-teman memperjuangkan relokasi ini SMA-SMK se Riau Karena kami sudah hampir 2 tahun, jdi kami minta kepada Kadisdik Riau Untuk mensegerakan membuat surat resmi pemberkasan bagi guru relokasi," pintanya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyatakan tengah menindaklanjuti persoalan tersebut. Melalui keterangan yang dikutip dari media sosial resmi, pihaknya menyebut telah melakukan langkah koordinasi ke pemerintah pusat.

"Semoga setelah kunjungan ke PANRB ini selesai, ada titik terang untuk kita semua terkait surat permohonan relokasi PPPK di Provinsi Riau," sebutnya.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Veda Ega.(foto: int)Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Bonus atlet Riau segera cair.(ilustrasi/int)Bonus Atlet Riau Segera Cair? Pemprov Pastikan SK Sudah Terbit, Tinggal Tahap Administrasi
Toyota LC 300 GR Sport untuk suap jabatan Sekdakab Kuansing diangkut KPK.(foto: tribunpekanbaru.com)Disembunyikan ke Pematangsiantar, KPK Sita LC Senilai Rp2 Miliar untuk Suap Jabatan Sekda Kuansing
Waste station di Pekanbaru.(foto: int)Jangan Buang Sembarangan Lagi, Warga Pekanbaru Kini Bisa Tukar Sampah Jadi Uang Elektronik
Buaya serang nelayan di Rohil.(ilustrasi/int)Nelayan Rohil Diserang Buaya saat Pasang Pukat di Kuala Jabon
  Sengketa tanah ulayat di Tenayan Raya.(ilustrasi/int)Pansus DPRD Riau Dalami Dugaan Mafia Tanah di Tenayan, Masyarakat Adat Minta Perlindungan
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby dan Sekdakab Kuansing, Zulkarnain mengenakan rompi orange KPK.(foto: int)Bisa Nyuap Pakai LC Senilai Rp2 Miliar, Ternyata Segini Penghasilan Bulanan Sebagai Sekda Kuansing
Waduk PLTA Koto Panjang di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.(foto: int)Meski Terik di Siang Hari, BPBD Kampar Pastikan Kondisi Belum Mengarah ke El Nino
Asisten I Setdaprov Riau sekaligus Pengawas BAZNAS Riau, Zulkifli Syukur.(foto: mcr)Zakat Tak Lagi Sekadar Bantuan, Pemprov Riau Dorong Program Pemberdayaan Ekonomi
BPMP Riau libatkan 44 pengawas sekolah di Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Gandeng Pemkab Rohil, BPMP Riau Dorong Pengawas Sekolah Jadi Mitra Strategis Pendidikan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved