PEKANBARU – PSPS Pekanbaru menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah menaklukkan Persikad Depok dengan skor 3-2 dalam pertandingan Sabtu (24/10/2026).
Gol Antonio Gamaroni pada menit tambahan babak kedua menjadi penentu kemenangan dramatis yang memperkokoh posisi Askar Bertuah di puncak klasemen sementara.
Kemenangan ini membuat PSPS mengoleksi 18 poin dari tujuh pertandingan, dengan catatan enam kemenangan dan satu kekalahan. Sementara itu, Persikad Depok masih berada di peringkat kedua dengan raihan 12 poin.
Hasil tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin bagi PSPS. Kemenangan ini memperlihatkan kemampuan tim asal Pekanbaru itu untuk bangkit ketika berada dalam tekanan, sekaligus menjaga keunggulan dalam persaingan di papan atas.
Namun, pertandingan ini juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang perlu dibenahi PSPS, terutama dalam menjaga konsentrasi pertahanan ketika laga memasuki fase krusial.
Persikad Depok langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Pada menit kelima, kesalahan pemain belakang PSPS berujung gol bunuh diri yang membuat tuan rumah pertandingan tersebut unggul lebih dahulu.
Tertinggal lebih awal tidak membuat PSPS kehilangan arah permainan. Tim berjuluk Askar Bertuah itu berusaha merespons melalui serangkaian serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-11. Antonio Gamaroni berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 sekaligus mengembalikan momentum pertandingan kepada PSPS.
Empat menit kemudian, PSPS berbalik unggul. Asir Azis mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-15, membawa timnya memimpin 2-1.
Gol tersebut menjadi catatan penting bagi Asir setelah sebelumnya ia juga mencetak gol ketika PSPS menghadapi Persiku Kudus.
Keunggulan cepat itu menunjukkan efektivitas PSPS dalam memanfaatkan momentum. Meski demikian, keunggulan satu gol belum cukup untuk memastikan pertandingan berjalan aman bagi tim asal Riau tersebut.
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan pergantian pemain untuk mengubah dinamika permainan.
Pelatih PSPS, Akhyar Ilyas, memasukkan Dimas Wicaksono guna menambah daya gedor sekaligus meningkatkan kreativitas serangan.
Persikad juga berupaya mencari celah untuk kembali menyamakan kedudukan. Pertandingan berlangsung dengan upaya saling menekan, tetapi sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol.
Ketika kemenangan PSPS tampak semakin dekat, Persikad justru berhasil memaksakan skor kembali imbang. Gustavo mencetak gol pada menit tambahan, mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Gol tersebut membuat PSPS harus kembali berjuang pada penghujung pertandingan. Situasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa keunggulan yang dibangun sejak babak pertama belum menjamin hasil akhir.
Bagi PSPS, kebobolan pada fase akhir menjadi aspek yang patut dievaluasi. Tim perlu menjaga organisasi pertahanan dan pengambilan keputusan ketika menghadapi tekanan lawan, terutama saat pertandingan mendekati peluit panjang.
Saat pertandingan mengarah pada hasil imbang, Antonio Gamaroni kembali menjadi pembeda.
Penyerang PSPS tersebut mencetak gol pada menit tambahan babak kedua untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Gol keduanya dalam pertandingan itu memastikan PSPS membawa pulang kemenangan setelah melewati laga yang berlangsung ketat hingga detik-detik terakhir.
Penampilan Gamaroni menjadi faktor penting dalam hasil pertandingan ini. Ia tidak hanya menyamakan kedudukan ketika PSPS tertinggal pada awal laga, tetapi juga mencetak gol penentu ketika tim membutuhkan penyelesaian akhir untuk mengamankan tiga poin.
Kemenangan ini mempertegas posisi PSPS di puncak klasemen dengan 18 poin, unggul enam poin dari Persikad Depok yang berada di urutan kedua.
Meski demikian, perjalanan kompetisi masih membutuhkan konsistensi. Kemampuan mencetak gol pada menit akhir merupakan modal berharga, tetapi PSPS juga perlu memastikan keunggulan tidak mudah terancam akibat kesalahan pertahanan atau hilangnya konsentrasi.