PEKANBARU – PSPS Pekanbaru menunjukkan daya juang hingga detik terakhir saat menaklukkan Persikad Depok dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga 2 Championship, Sabtu (24/10/2026).
Gol Antonio Gamaroni pada menit ke-90 lebih menjadi penentu kemenangan dramatis yang sekaligus memperkokoh posisi Askar Bertuah di puncak klasemen sementara.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, menilai kemenangan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi sepanjang pertandingan.
Menurutnya, komitmen seluruh anggota tim menjadi faktor penting ketika pertandingan berlangsung ketat dan kedua kesebelasan sama-sama mampu melancarkan serangan.
"Alhamdulillah, kami dapatkan kemenangan. Pertandingan cukup seru. Saling serang dan lima gol tercipta," ungkap Akhyar Ilyas, Sabtu (24/10/2026).
Hasil ini memperpanjang catatan positif PSPS menjadi enam kemenangan dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan.
Dengan koleksi 18 poin, tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru tersebut berada di posisi teratas klasemen, unggul enam poin dari Persikad Depok yang mengantongi 12 poin di peringkat kedua.
Akhyar menegaskan, kemenangan atas Persikad bukan semata-mata hasil dari kemampuan individu pemain.
Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap strategi yang telah disiapkan sebelum pertandingan.
Menurut dia, para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik di tengah pertandingan yang berlangsung terbuka.
Akhyar juga memberikan apresiasi kepada Persikad Depok yang dinilainya tampil baik dan memberikan perlawanan sengit.
"Semua pemain bermain disiplin dan menjalankan instruksi dengan baik," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek organisasi permainan menjadi perhatian utama tim pelatih.
Dalam pertandingan dengan lima gol, kemampuan menjaga konsentrasi dan mengelola situasi pertandingan menjadi bagian penting untuk memastikan keunggulan berujung pada kemenangan.
Meski demikian, kemenangan tipis 3-2 juga memperlihatkan bahwa PSPS masih harus menjaga keseimbangan antara agresivitas menyerang dan ketahanan pertahanan.
Hasil akhir memang menguntungkan tuan rumah, tetapi keunggulan di papan skor tidak boleh membuat evaluasi terhadap kelemahan permainan terabaikan.
Ketika pertandingan memasuki penghujung waktu normal, PSPS akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Antonio Gamaroni pada menit ke-90 lebih.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam duel yang berlangsung ketat dan menghasilkan lima gol.
Tambahan tiga poin memiliki arti penting bagi PSPS dalam persaingan Liga 2 Championship. Selain mempertahankan posisi puncak, hasil ini memberikan modal kepercayaan diri bagi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Namun, gol penentu pada menit akhir tidak lantas membuat pekerjaan tim pelatih selesai. PSPS tetap perlu mengevaluasi jalannya pertandingan, terutama bagaimana tim mengelola tekanan lawan dan mempertahankan stabilitas permainan hingga peluit akhir.
Akhyar menegaskan bahwa evaluasi akan tetap dilakukan tanpa memandang hasil pertandingan. Baginya, kemenangan maupun kekalahan sama-sama menjadi bahan untuk memperbaiki performa tim.
"Baik meraih kemenangan ataupun kekalahan, usai pertandingan kita akan terus melakukan evaluasi," kata Akhyar.
Dengan enam kemenangan dan satu kekalahan dari tujuh pertandingan, PSPS telah mengumpulkan 18 poin.
Persikad Depok berada di posisi kedua dengan 12 poin, sehingga terdapat selisih enam poin di antara kedua tim.
Keunggulan tersebut menjadi modal positif bagi PSPS. Akan tetapi, persaingan masih panjang dan posisi di puncak klasemen harus dipertahankan melalui performa yang konsisten, bukan hanya hasil impresif dalam satu pertandingan.
Akhyar mengingatkan bahwa perjalanan PSPS di Liga 2 Championship masih jauh dari selesai. Karena itu, ia berharap para pemain mampu menjaga disiplin, mempertahankan semangat bertanding, serta terus meningkatkan kualitas permainan pada setiap laga.
"Perjalanan masih panjang. Karena itu setiap pertandingan akan dilakukan evaluasi," pungkasnya.