www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


143 Poin dan Belum Menang, Bagnaia dengan Krisisnya di MotoGP 2026
Rabu, 02 September 2026 - 20:32:51 WIB
Francesco Bagnaia.(foto: int)
Francesco Bagnaia.(foto: int)

JAKARTA - Francesco Bagnaia mengakui tengah menghadapi salah satu periode paling sulit dalam kariernya di MotoGP.

Performa yang tak kunjung stabil dan rentetan kecelakaan membuat pembalap Ducati Lenovo itu kesulitan kembali ke persaingan terdepan pada MotoGP 2026.

Kondisi tersebut kembali terlihat di MotoGP Aragon 2026. Bagnaia hanya mampu finis di posisi ke-11 pada sprint race, sementara pada balapan utama ia kembali mengalami kecelakaan.

Bagi Bagnaia, persoalannya bukan sekadar hasil balapan. Pembalap asal Italia itu merasa kehilangan kendali terhadap karakter motor yang dikendarainya.

"Sulit untuk menerimanya, sekarang salah satu titik terendah dalam karier saya," ujar Bagnaia, Rabu (2/9/2026).

Bagnaia tercatat sudah tiga kali terjatuh dalam empat balapan utama. Situasi tersebut membuat perolehan poinnya tertahan dan menempatkannya di posisi kedelapan klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 143 poin.

Meski sudah empat kali naik podium musim ini, Bagnaia belum sekalipun memenangkan balapan utama.

Catatan itu menjadi kontras dengan performanya pada musim-musim sebelumnya ketika ia menjadi salah satu kandidat utama perebutan gelar juara dunia.

Salah satu persoalan terbesar yang dirasakan Bagnaia adalah sulitnya menemukan keseimbangan antara gaya membalap dan karakter motor Ducati.

"Saya bisa melihat dengan jelas dari data maupun apa yang saya rasakan, bahwa saya tidak benar-benar mengendalikan motor," katanya.

"Saya justru seperti hanya 'dibawa' oleh motor tersebut. Sebab, saat saya mencoba melakukan manuver lebih agresif, saya malah terjatuh. Bahkan saat melaju pelan pun, saya tetap saja terjatuh," tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar persoalan yang sedang dihadapi Bagnaia.

Bahkan ketika mencoba mengurangi agresivitas, pembalap bernomor 63 itu masih belum mampu mendapatkan rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk mengendalikan motor secara konsisten.

Namun, Bagnaia tidak menganggap kemampuannya sebagai pembalap telah menghilang.

Di tengah situasi sulit tersebut, Bagnaia masih menemukan alasan untuk optimistis. Ia mengaku membandingkan data yang dimilikinya dengan pembalap Ducati lain untuk mencari celah memperbaiki performa.

"Untungnya datanya tersedia, saya juga memiliki kesadaran akan kemampuan saya sendiri. Saat saya melihat data-data dari rider Ducati lain, itu sebenarnya adalah hal-hal yang bisa saya lakukan dengan mudah beberapa tahun lalu," tuturnya.

Bagnaia menilai kemampuan dasarnya sebagai pembalap masih ada. Tantangan utamanya saat ini adalah mengembalikan performa tersebut ketika berada di atas motor.

"Jadi jelas, kemampuan saya belum hilang. Saya hanya belum bisa tampil sesuai harapan," tegasnya.

MotoGP 2026 memiliki arti khusus bagi Bagnaia karena menjadi musim terakhirnya bersama Ducati.

Mulai musim depan, ia akan meninggalkan pabrikan asal Italia tersebut dan menjalani tantangan baru bersama Aprilia.

Karena itu, sisa musim 2026 menjadi kesempatan bagi Bagnaia untuk menutup perjalanannya bersama Ducati dengan hasil yang lebih positif.

Alih-alih menyerah, Bagnaia masih bertekad mencari solusi atas persoalan yang membuatnya kesulitan sepanjang musim.

Dengan kompetisi MotoGP yang masih berlangsung, pembalap 29 tahun itu memiliki waktu untuk membalikkan keadaan sekaligus membuktikan bahwa performa buruk musim ini bukan gambaran sebenarnya dari kemampuan seorang juara dunia.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Mahasiswa Universitas Riau ciptakan bata ringan ramah lingkungan dari limbah cangkang sawit (foto/ist)Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal (foto/int)Sekolah SD dan SMP Negeri Pekanbaru Dapat Dana Operasional Rp2 M
Ilustrasi Koalisi Untuk Gajah Pelalawan soroti sidang kasus perburuan gading gajah (foto/riki)Koalisi Minta Sidang Kasus Perburuan Gajah Pelalawan Transparan dan Bongkar Jaringan Perdagangan
Ilustrasi luas Karhutla Riau tembus 18.770 hektare (foto/int)87,9 Hektare Lahan Kembali Terbakar, Total Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektare
Ketua APHI Soewarso.APHI Nilai Inpres Karhutla Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran
  Ilustrasi Pemko Pekanbaru terus kebut perbaikan jalan (foto/int)DPRD Apresiasi Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Limbungan Rumbai
Ilustrasi hotspot Riau tembus 346 titik (foto/int)Hotspot Riau Melonjak, Inhil Membara 111 Titik Panas
Ilustrasi cuaca di Riau minim peluang hujan (foto/int)Minim Potensi Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Riau Dominan Berawan
Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho.Atasi Genangan, Pemko Pekanbaru Perbaiki Drainase di Enam Ruas Jalan
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi.Syahrial Abdi: Nilai BerAKHLAK Harus Diterapkan dalam Kerja Sehari-hari
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved