JAKARTA - Pembalap muda TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI), Farrel Rafellyno Augusto, kembali mencuri perhatian di Kejurnas ITCR 1200 2026.
Tampil di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus 2026), Farrel berhasil mengamankan dua podium dari Seri 3 dan Seri 4.
Mengandalkan New Agya Stylix, Farrel finis di posisi ketiga kelas Non Seeded pada Seri 3.
Sehari berselang, pembalap termuda TGRI itu tampil lebih agresif dan sukses merebut podium pertama kelas Non Seeded Seri 4 dalam balapan yang berlangsung selama 12 lap.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi Farrel dalam menghadapi persaingan balap touring nasional yang semakin ketat.
Di usianya yang masih muda, ia mampu bersaing dengan pembalap yang memiliki pengalaman lebih panjang di lintasan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengapresiasi performa Farrel dan perjuangan seluruh tim TGRI.
“Selamat kepada pembalap TGRI Farrel Rafellyno Augusto yang tampil penuh percaya diri ketika bertarung di antara para senior di Kejurnas ITCR 1200 2026 yang sangat kompetitif," ucap Bansar Maduma, Rabu (19/8/2026).
Menurut Bansar, Farrel mampu menjaga ketenangan meski mendapat tekanan dari pembalap lain yang tampil agresif.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Amato Rudolph yang tetap berjuang hingga akhir balapan meski menghadapi kendala teknis.
Performa New Agya Stylix sudah terlihat sejak Seri 3. Farrel dan Amato Rudolph sama-sama mengawali balapan dari posisi lima besar.
Amato sempat terlibat dalam persaingan untuk memperebutkan posisi tiga besar. Namun, insiden di lintasan membuat posisinya berubah dan ia harus menyelesaikan balapan di peringkat keempat overall dengan total waktu 25:14.903.
Sementara Farrel mampu menjaga posisinya di kelas Non Seeded hingga garis finis. Ia mencatat waktu 25:43.324 dan mengamankan podium ketiga pada seri tersebut.
Memasuki Seri 4 pada Minggu (16/8/2026), kedua pembalap TGRI kembali memulai balapan dari kelompok lima besar. Strategi dan kerja sama tim menjadi faktor penting untuk menjaga peluang meraih hasil maksimal.
Farrel tampil konsisten sepanjang 12 lap. Memasuki dua lap terakhir, persaingan semakin sengit ketika ia berada di posisi keempat dan mendapat tekanan dari dua kompetitor yang saling berebut racing line.
Situasi tersebut tidak membuat Farrel kehilangan fokus. Di saat yang sama, Amato terus berupaya memanfaatkan duel antarpembalap di depannya melalui aksi salip-menyalip dan pertarungan bumper-to-bumper.
Pengalaman Amato di balap touring nasional akhirnya membantu TGRI mempertahankan posisi strategis.
Ia finis kelima overall dengan catatan waktu 28:43.683, sementara Farrel berhasil mempertahankan posisi di depan hingga bendera finis dikibarkan.
Farrel mencatat waktu 28:42.791 sekaligus memastikan kemenangan kelas Non Seeded Seri 4 Kejurnas ITCR 1200 2026.
Bagi Farrel, hasil di Mandalika menjadi pencapaian penting dalam perjalanan debutnya bersama TGRI.
Ia menilai peningkatan performa New Agya Stylix dan dukungan tim membuatnya mampu tampil lebih tenang di tengah tekanan balapan.
“Saya sangat senang karena debut saya bersama TGRI kembali berbuah manis kali ini. Kerja keras engineer TGRI yang berhasil memaksimalkan performance New Agya Stylix, meningkatkan rasa percaya diri dari balik kemudi,” kata Farrel.
Farrel juga menyebut peran Amato sebagai mentor memberikan pengaruh besar terhadap cara dia menghadapi balapan.
“Dukungan Mas Amato yang juga menjadi mentor, sanggup membuat saya berlomba dengan tenang dan lepas dari tekanan,” sebutnya.
Ia berharap performanya bersama TGRI terus meningkat pada seri berikutnya sehingga peluang untuk bersaing di barisan depan dan perebutan gelar semakin terbuka.
Marketing Director PT TAM, Hiroyuki Oide, menilai capaian TGRI di Mandalika menjadi bagian dari komitmen Toyota dalam mengembangkan ekosistem motorsport nasional.
“Selamat atas prestasi TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI) yang terus Pushing the limit for Better di tengah persaingan balap touring nasional yang sangat ketat,” sebut Hiroyuki Oide.
Menurut Oide, keterlibatan TGRI tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Ajang motorsport juga menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta pembalap lokal sekaligus menguji pengembangan produk Toyota di kondisi balap sebenarnya.
Hasil di Mandalika mempertegas potensi kombinasi pembalap muda, pengalaman pembalap senior, serta pengembangan performa kendaraan dalam menghadapi persaingan Kejurnas ITCR 1200 2026.
Bagi Farrel, kemenangan kelas Non Seeded di Seri 4 menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya.
Sementara bagi TGRI, dua podium di Mandalika menjadi sinyal bahwa persaingan di barisan depan masih terbuka lebar.