JAKARTA - Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase yang semakin menarik. Meski masih menyisakan 10 seri balapan, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola menilai, MotoGP Aragon bakal menjadi balapan yang dapat memperlihatkan siapa saja pembalap yang benar-benar mampu bersaing hingga akhir musim.
Saat ini, Jorge Martin masih memimpin klasemen sementara. Namun posisinya belum sepenuhnya aman karena Ai Ogura, Marc Marquez, Marco Bezzecchi hingga Fabio Di Giannantonio masih berada dalam jarak yang relatif dekat.
Lima pembalap teratas hanya dipisahkan selisih 41 poin. Dengan total 370 poin yang masih tersedia hingga akhir musim, peluang merebut gelar dunia tetap terbuka bagi seluruh kandidat.
Situasi tersebut membuat setiap seri balapan memiliki arti penting, termasuk MotoGP Aragon yang dijadwalkan berlangsung di MotorLand Aragon pada 28–30 Agustus 2026.
MotorLand Aragon bukanlah lintasan asing bagi Marc Marquez. Pebalap Ducati itu tercatat sebagai rider paling sukses di sirkuit tersebut dengan koleksi delapan kemenangan, termasuk tujuh kemenangan di kelas MotoGP.
Rekor impresif itu semakin lengkap setelah Marquez memenangkan balapan di Aragon pada musim 2024 dan 2025 bersama Ducati.
Selain memiliki catatan kemenangan yang dominan, karakter lintasan Aragon yang didominasi tikungan berlawanan arah jarum jam juga selama ini dikenal sangat sesuai dengan gaya balap Marquez.
Rivola pun mengakui bahwa keunggulan Marquez di lintasan tersebut bukan lagi sebuah rahasia.
"Kami tahu bahwa Aragon adalah trek Marc," ujar Massimo Rivola.
Meski mengakui Aragon merupakan salah satu sirkuit favorit Marquez, Rivola menegaskan bahwa balapan tersebut memiliki arti lebih besar dibanding sekadar peluang kemenangan bagi pembalap Ducati tersebut.
Menurutnya, hasil di Aragon akan menjadi indikator penting untuk melihat pembalap yang memiliki konsistensi dan mental bersaing hingga seri penutup musim.
"Masih ada 370 poin yang tersedia, tetapi Aragon bisa memberi kami gambaran tentang siapa yang akan menjadi kandidat juara sebenarnya," tukasnya.