SAN MARINO - Marc Marquez akhirnya kembali ke puncak klasemen MotoGP 2026 setelah memenangkan balapan utama MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2026) malam WIB.
Kemenangan tersebut memiliki arti lebih besar dari sekadar tambahan 25 poin.
Ditambah kemenangan pada sprint race sehari sebelumnya, Marquez mengumpulkan 37 poin dalam satu akhir pekan dan kini mengoleksi 274 poin, menyamai perolehan Jorge Martin.
Posisi teratas itu menjadi momentum penting bagi Marquez setelah sebelumnya kehilangan banyak peluang akibat kecelakaan di MotoGP Prancis dan ketidakhadirannya pada balapan Catalunya.
Dengan kompetisi musim 2026 yang memasuki fase krusial, hasil di Misano membuat pertarungan menuju gelar juara dunia kembali terbuka lebar.
Marquez mengawali balapan dari posisi kedua, tepat di belakang Marco Bezzecchi yang start dari pole position. Namun, persaingan di barisan depan berubah drastis sejak lap pertama.
Bezzecchi terjatuh dan keluar dari persaingan terdepan. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi pertama.
Persaingan kemudian bergeser kepada Jorge Martin. Rider tersebut berhasil menyalip Marquez pada lap ketujuh dan sempat menguasai jalannya balapan.
Namun, Marquez tidak membiarkan posisi terdepan bertahan lama. Pada lap ke-12, pembalap Ducati itu kembali merebut pimpinan balapan.
Setelah itu, Marquez mampu menjaga ritme hingga finis tanpa kembali kehilangan posisi pertama. Alex Marquez finis kedua, sedangkan Pedro Acosta mengamankan posisi ketiga.
Hasil tersebut sekaligus menyempurnakan akhir pekan Marquez di San Marino. Ia sebelumnya sudah memenangkan sprint race pada Sabtu (12/9/2026), sehingga total 37 poin yang dikumpulkannya menjadi tambahan penting dalam perburuan gelar.
Yang membuat kemenangan di Misano semakin penting adalah perubahan posisi Marquez dalam klasemen kejuaraan.
Kini Marquez dan Martin sama-sama mengantongi 274 poin. Artinya, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 semakin ketat dan setiap kesalahan pada seri-seri berikutnya berpotensi mengubah posisi teratas.
Bagi Marquez, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa peluang juara belum tertutup meski musimnya sempat terganggu akibat insiden dan absensi.
Ia pun menegaskan tidak ingin berhenti berjuang sampai musim berakhir.
"Rasanya tidak nyata, tapi Anda tahu, jangan pernah menyerah, saya akan terus berjuang sampai akhir. Ini belum selesai, tapi ini belum berakhir," kata Marc Marquez.
Pernyataan itu menggambarkan situasi persaingan yang masih sangat terbuka. Marquez memang sudah kembali ke posisi teratas, tetapi keunggulannya belum memberikan ruang aman karena Martin memiliki jumlah poin yang sama.
Kemenangan di Misano juga tidak membuat Marquez menganggap persaingan perebutan gelar menjadi mudah.
Ia justru menyoroti tipisnya margin kesalahan dalam perebutan poin, terutama ketika harus berhadapan dengan pembalap-pembalap papan atas seperti Martin dan Bezzecchi.
"Jadi kami masih berada di kejuaraan, berjuang melawan rider-rider yang sangat bagus, terutama Martin dan Bezzecchi," ujarnya.
Menurut Marquez, performa para pembalap di level teratas membuat setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap klasemen.
"Namun seperti yang kita lihat hari ini, kami balapan di batas kemampuan, dan kesalahan kecil bisa merugikan banyak poin," tuturnya.
Kondisi itu pula yang membuat kemenangan di San Marino menjadi modal penting bagi Marquez.
Setelah kehilangan poin pada beberapa seri sebelumnya, ia kini bukan hanya kembali dalam perebutan gelar, tetapi juga berhasil menempatkan dirinya di puncak klasemen.
Dengan poin Marquez dan Martin sama-sama 274, pertarungan MotoGP 2026 kini memasuki fase yang semakin sulit diprediksi.
San Marino bukan akhir dari persaingan, melainkan tanda bahwa perebutan gelar juara dunia kembali memanas.