SILVERSTONE – Jorge Martin menunjukkan kecepatan luar biasa pada sesi kualifikasi MotoGP Inggris 2026.
Pembalap Aprilia tersebut bukan hanya mengamankan pole position, tetapi juga menorehkan rekor lap baru di Sirkuit Silverstone.
Martin menghentikan stopwatch pada 1 menit 56,160 detik dalam sesi Q2, Sabtu (8/8/2026).
Catatan tersebut mengantarkannya ke posisi teratas sekaligus mempertegas kebangkitan Aprilia dalam persaingan papan atas MotoGP musim ini.
Pole position Martin terasa semakin penting karena persaingan gelar MotoGP 2026 tengah berlangsung sangat ketat.
Sebelum balapan Inggris, Martin masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan 14 poin atas Ai Ogura dan 18 poin atas Marc Marquez.
Sesi kualifikasi tidak langsung menjadi milik Martin. Pada Q1, Franco Morbidelli tampil sebagai pembalap tercepat dan ditemani Iker Lecuona untuk melaju ke Q2.
Memasuki Q2, persaingan berlangsung sengit. Marc dan Alex Marquez sempat bergantian mencatatkan waktu kompetitif.
Marco Bezzecchi kemudian mengambil alih posisi teratas ketika sesi menyisakan sekitar tiga menit.
Raul Fernandez berhasil mengambil alih posisi pertama sebelum Martin memberikan respons pada fase akhir sesi. Pembalap Spanyol itu akhirnya mencetak lap tercepat dan merebut pole position.
Performa tersebut sekaligus memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di Silverstone.
Sebelumnya, Bezzecchi sudah menunjukkan potensi besar dengan mencatat rekor lap pada sesi latihan Jumat.
Catatan 1:56,160 milik Martin menjadi salah satu sorotan terbesar kualifikasi MotoGP Inggris tahun ini.
Rekor tersebut mematahkan catatan lap tercepat Fabio Quartararo dari musim sebelumnya.
Dengan demikian, Martin tidak hanya memenangkan pertarungan perebutan posisi start terdepan, tetapi juga menorehkan standar baru di salah satu sirkuit tercepat dalam kalender MotoGP.
Hasil ini juga menjadi sinyal kuat bagi Aprilia. Tiga pembalap Aprilia berada di posisi tiga besar, dengan Raul Fernandez menempati urutan kedua dan Ai Ogura di posisi ketiga.
Komposisi tersebut membuat Aprilia memiliki peluang besar untuk mengendalikan jalannya balapan sejak lap pembuka.
Marc Marquez harus memulai balapan dari posisi keenam setelah tidak mampu mengimbangi kecepatan para pembalap di barisan terdepan.
Adiknya, Alex Marquez, akan start tepat di belakangnya dari posisi ketujuh. Sementara Morbidelli yang sebelumnya tercepat di Q1 mengakhiri kualifikasi di urutan kedelapan.
Pedro Acosta menempati posisi kesembilan dan Iker Lecuona melengkapi 10 besar.
Dengan posisi start tersebut, Martin kini memiliki keuntungan strategis menghadapi balapan.
Namun, pole position belum menjadi jaminan kemenangan, terlebih Silverstone dikenal sebagai trek berkecepatan tinggi dengan karakter yang dapat menguras ban dan menuntut konsistensi sepanjang balapan.
Menariknya, Silverstone juga tengah menjadi panggung persaingan yang sangat terbuka.
Dalam 11 gelaran GP Inggris sebelumnya, terdapat 11 pemenang berbeda, sehingga peluang munculnya pemenang baru pada 2026 masih terbuka lebar.