KUANSING - Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada 2026 tak hanya diarahkan menjadi rangkaian seremoni.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing menyiapkan Festival Bintang Radio sebagai ruang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi sekaligus membuka peluang bagi talenta lokal tampil di hadapan publik.
Festival tersebut digagas Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing bersama Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kuansing.
Kegiatan direncanakan berlangsung di Lapangan Astaka Kota Teluk Kuantan.
Konsep utama festival ini adalah menjaring peserta terbaik untuk kemudian diberikan kesempatan tampil pada malam puncak Hari Jadi ke-27 Kuansing.
Dengan skema tersebut, Bintang Radio tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan tambahan dalam agenda hari jadi daerah.
Kegiatan ini juga diarahkan menjadi panggung bagi talenta lokal yang selama ini membutuhkan ruang tampil dan apresiasi.
Persiapan festival menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi dan Pemantapan Panitia Hari Jadi ke-27 Kuansing di Ruang Abdul Ja'far, Kantor Bupati Kuansing, Selasa (29/9/2026).
Rapat dipimpin Asisten II Setda Kuansing, Drs Napisman. Dalam rapat itu, pemerintah daerah menyebut persiapan keseluruhan rangkaian Hari Jadi ke-27 Kuansing telah mencapai sekitar 98,5 persen.
Tahap yang tersisa kini difokuskan pada pemantapan teknis dan kesiapan masing-masing agenda di lapangan.
"Seluruh kegiatan harus dipersiapkan secara matang, sehingga rangkaian Hari Jadi ke-27 Kuansing dapat berjalan tertib, lancar dan memberikan hiburan serta manfaat bagi masyarakat," ucap Napisman.
Kehadiran Bintang Radio memberikan dimensi berbeda dalam perayaan Hari Jadi Kuansing.
Peserta tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi memiliki kesempatan menjadi bagian dari pertunjukan utama.
Pelajar hingga masyarakat umum dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan kemampuan vokal sekaligus memperoleh pengalaman tampil dalam kegiatan berskala daerah.
Plt Kepala Diskominfoss Kuansing, Hevi Heri Antoni menuturkan, kolaborasi dengan PAPPRI diharapkan mampu membuat Bintang Radio menjadi salah satu ruang pengembangan kreativitas masyarakat.
"Melalui dukungan Pemkab Kuansing dan kolaborasi Diskominfoss bersama PAPPRI, Bintang Radio diharapkan menjadi bagian dari semangat perayaan Hari Jadi ke-27 Kuansing sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan potensi seni yang dimiliki," ujar Hevi Heri Antoni.
Dari sisi penyelenggaraan, tantangannya bukan hanya memastikan panggung dan hiburan berjalan sesuai jadwal.
Panitia juga perlu memastikan proses seleksi maupun pelaksanaan festival benar-benar memberikan ruang yang proporsional bagi peserta dari berbagai kalangan.
Jika dikelola secara konsisten, ajang seperti Bintang Radio berpotensi menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan penyanyi dan pelaku seni lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Festival Bintang Radio merupakan satu dari sejumlah agenda yang telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kuansing.
Panitia menjadwalkan jalan santai dan lomba tradisional pada 8 Oktober 2026. Sehari kemudian, 9–11 Oktober, masyarakat akan disuguhi Pacu Jalur Mini yang dipusatkan di venue dayung Danau Kebun Nopi.
Agenda berlanjut dengan Kuansing Mengaji pada malam 10 Oktober. Sementara itu, Batik Carnival dijadwalkan berlangsung pada malam 12 Oktober.
Batik Carnival akan melibatkan organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, serta perwakilan kabupaten/kota.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk menampilkan keberagaman serta kekayaan batik daerah.
Selain substansi acara, panitia juga terus mematangkan persiapan panggung, geladi, penampilan budaya dan hiburan masyarakat.