PEKANBARU - Polda Riau terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi produktif.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar pelatihan budi daya aren bagi perwakilan masyarakat dari lima desa di kawasan Bukit Rimbang dan Bukit Baling, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan di Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan bertajuk Orkestrasi Restorasi Produktif Masyarakat.
Sebanyak 10 orang perwakilan masyarakat mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Desa Gajah Bertalut, Pangkalan Serai, Subayang Jaya, Aur Kuning, dan Tanjung Beringin
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, SIK melalui Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Riau, AKBP Razif, selaku ketua tim, mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu langkah strategis Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan serta kepedulian terhadap lingkungan
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia secara produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Melalui program Orkestrasi Restorasi Produktif Masyarakat, Polda Riau berupaya membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah nagari, instruktur, penggiat lingkungan, dan masyarakat.
"Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengembangkan budi daya aren, mulai dari pemilihan bibit, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pengolahan hasilnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,"ujar AKBP Razif, Senin (26/10).
AKBP Razif menjelaskan, tanaman aren dipilih karena memiliki potensi manfaat dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Tanaman ini dapat dikembangkan untuk menghasilkan berbagai produk, seperti air nira, gula aren, gula aren cair, gula semut, hingga kolang-kaling.
Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang ada di wilayah mereka.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik tanaman aren, pengenalan tanaman yang siap produksi, pola panen, waktu penyadapan, serta teknik pengelolaan air nira.
Peserta juga diperkenalkan dengan pemeriksaan kadar gula dan pengolahan air nira menjadi produk bernilai tambah.
Materi tersebut menjadi bekal awal bagi masyarakat untuk memahami tahapan pengolahan hasil aren sebelum dikembangkan menjadi usaha produktif.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta turut mengikuti praktik pemilihan kecambah, pembibitan, dan penanaman aren.
Melalui praktik lapangan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika kembali ke desa masing-masing.
Selain itu, kegiatan diisi dengan diskusi bersama pemerintah nagari, kepala jorong, dan tokoh masyarakat setempat. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta dari Kabupaten Kampar untuk menggali pengalaman masyarakat Nagari Labuah Gunuang dalam mengelola tanaman aren serta bertukar pengetahuan mengenai potensi pengembangannya.
Sebagai dukungan awal terhadap penerapan hasil pelatihan, dilakukan pula penyerahan bibit kecambah aren kepada perwakilan peserta. Bibit tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan budi daya aren di wilayah asal peserta.
Kegiatan ini melibatkan personel Subdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Riau, di antaranya AKBP Razif, Kompol Sudiyanto, S.H., M.H., Iptu Ilham Nur NG, S.H., M.Sos., Ipda Bambang Irawan, S.I.P., M.H., Aipda Hariansyah, S.H., dan Bripka Fayasiru Abdika.
Turut mendukung pelaksanaan kegiatan, konsultan Raka Teguh, S.Pt., instruktur budi daya aren Almanik dan Marwan, Camat Kampar Kiri Hulu Agustamar, penggiat lingkungan Dodi, serta Bhabinkamtibmas Aipda Baitul Maqdis.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Riau berharap masyarakat memperoleh bekal keterampilan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan. Pendampingan lanjutan, pemantauan pertumbuhan tanaman, dukungan teknis, pengembangan kemampuan pengolahan hasil, dan akses pasar juga diperlukan agar budi daya aren dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi antara Polri dan masyarakat, program Orkestrasi Restorasi Produktif Masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Bukit Rimbang dan Bukit Baling.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan yang produktif, partisipatif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang. (rls)