www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Hasil Drawing League Cup 2026/2027: PSPS Pekanbaru Satu Grup dengan Semen Padang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ, Guru dan Siswa Terpaksa ke Sekolah di Tengah Kabut Asap
Rabu, 07 Oktober 2026 - 21:05:25 WIB
Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)
Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)

KAMPAR - Kebijakan penanganan dampak bencana di sektor pendidikan Kabupaten Kampar dinilai kaku dan lamban merespons situasi darurat kesehatan.

Meski paparan udara beracun akibat kabut asap pekat telah memicu gangguan pernapasan serius hingga memaksa sejumlah guru bergantung pada alat bantu medis, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di kawasan terdampak masih terus dipaksakan akibat terganjal formalitas instruksi dinas.

Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (7/10/2026).

Di sekolah ini, proses pembelajaran tetap berlangsung kendati kepekatan asap kiriman telah melampaui batas aman dan mengancam keselamatan fisik para murid serta tenaga pendidik.

Dampak dari keterlambatan antisipasi regulasi tersebut kini berujung pada krisis kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Nuraini membeberkan, paparan udara buruk dalam dua hari terakhir telah memicu gejala fisik nyata yang mengganggu proses belajar.

"Jangankan anak-anak, kita pun guru sudah terasa napas sesak, tenggorokan pedih, hidung tersumbat dan mata terasa kabur rasanya," kata Nuraini.

Eskalasi ancaman kesehatan ini tak lagi sekadar potensi risiko, melainkan telah memakan korban di kalangan pengajar.

Empat orang guru di sekolah tersebut dilaporkan mengalami keluhan asma mendadak dan harus menjalani perawatan mandiri seusai jam mengajar.

"Guru kita ada 4 orang yang kena asma. Jadi pulang sekolah pasang nebulizer di rumah," ucap Nuraini.

Ironisnya, besarnya risiko kesehatan yang dialami para pengajar belum mampu mendorong dinas terkait untuk menerbitkan keputusan cepat mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pihak sekolah mengaku tersandera oleh hirarki administrasi sehingga tidak memiliki diskresi untuk menghentikan KBM tatap muka secara mandiri demi melindungi warga sekolah.

"Sampai saat ini belum ada instruksi dari atasan pelaksanaan PJJ. Kami tidak bisa buat kebijakan sendiri," tegas Nuraini.

Guna menyiasati kebuntuan aturan tersebut, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah kompromi dengan melonggarkan tingkat kehadiran.

Orangtua murid yang khawatir akan dampak kesehatan diizinkan untuk merumahkan anaknya secara mandiri, sementara aktivitas siswa yang tetap hadir dibatasi ketat di dalam ruang kelas.

Kondisi ini kian ironis mengingat bencana udara yang menyandera Kampar hingga Kota Pekanbaru ini merupakan dampak lintas batas.

Data BPBD Riau mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan titik api (zero hotspot) di wilayah Riau.

Asap pekat beracun yang menghirup paru-paru warga murni merupakan asap kiriman dari insiden Karhutla di provinsi tetangga.

Lambannya respons penyesuaian sistem pembelajaran di daerah terdampak memperlihatkan belum terintegrasinya mitigasi bencana dengan kebijakan edukasi daerah.

Menahan siswa dan guru di dalam kelas di tengah gempuran asap beracun, hanya demi menunggu lembar surat keputusan, menjadi potret buram penanganan dampak Karhutla di tingkat tapak.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: int)Hasil Drawing League Cup 2026/2027: PSPS Pekanbaru Satu Grup dengan Semen Padang
Kabut asap semakin parah di Kuansing.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Udara Kuansing Tembus Level Sangat Tidak Sehat, Kasus ISPA Capai 1.789
ist.BRK Syariah Terima Kunjungan Kerja Pansus II DPRD Kabupaten Kotabaru
Ilustrasi Unri menerapkan kuliah daring selama dua hari akibat kualitas udara yang memburuk di Pekanbaru (foto/int)Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Unri Terapkan Kuliah Online dan WFH
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)Hotspot Sumatera Tembus 3.000 Titik Rabu Sore, Ini Sebaran di Riau
  Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ, Guru dan Siswa Terpaksa ke Sekolah di Tengah Kabut Asap
Titik posko kesehatan kabut asap di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Ini 5 Lokasi Posko Kesehatan dan Jam Layanannya
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar melantik sejumlah pejabat Pemko Pekanbaru.(foto: mcr)Markarius Anwar Reshuffle 19 Pejabat Pemko Pekanbaru, Ini Posisi yang Berubah
ist.UIR Kian Diperhitungkan, Peringkat Dunia dan Nasional Terus Menanjak
ist.UIR Cetak Sejarah Baru, Program Kedokteran Gigi dan Profesi Resmi Dibuka
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved