www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ, Guru dan Siswa Terpaksa ke Sekolah di Tengah Kabut Asap
Rabu, 07 Oktober 2026 - 21:05:25 WIB
Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)
Aktivitas belajar mengajar di Kampar tetap berlangsung di tengah kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)

KAMPAR - Kebijakan penanganan dampak bencana di sektor pendidikan Kabupaten Kampar dinilai kaku dan lamban merespons situasi darurat kesehatan.

Meski paparan udara beracun akibat kabut asap pekat telah memicu gangguan pernapasan serius hingga memaksa sejumlah guru bergantung pada alat bantu medis, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di kawasan terdampak masih terus dipaksakan akibat terganjal formalitas instruksi dinas.

Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (7/10/2026).

Di sekolah ini, proses pembelajaran tetap berlangsung kendati kepekatan asap kiriman telah melampaui batas aman dan mengancam keselamatan fisik para murid serta tenaga pendidik.

Dampak dari keterlambatan antisipasi regulasi tersebut kini berujung pada krisis kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala SD Negeri 028 Rimbo Panjang, Nuraini membeberkan, paparan udara buruk dalam dua hari terakhir telah memicu gejala fisik nyata yang mengganggu proses belajar.

"Jangankan anak-anak, kita pun guru sudah terasa napas sesak, tenggorokan pedih, hidung tersumbat dan mata terasa kabur rasanya," kata Nuraini.

Eskalasi ancaman kesehatan ini tak lagi sekadar potensi risiko, melainkan telah memakan korban di kalangan pengajar.

Empat orang guru di sekolah tersebut dilaporkan mengalami keluhan asma mendadak dan harus menjalani perawatan mandiri seusai jam mengajar.

"Guru kita ada 4 orang yang kena asma. Jadi pulang sekolah pasang nebulizer di rumah," ucap Nuraini.

Ironisnya, besarnya risiko kesehatan yang dialami para pengajar belum mampu mendorong dinas terkait untuk menerbitkan keputusan cepat mengenai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pihak sekolah mengaku tersandera oleh hirarki administrasi sehingga tidak memiliki diskresi untuk menghentikan KBM tatap muka secara mandiri demi melindungi warga sekolah.

"Sampai saat ini belum ada instruksi dari atasan pelaksanaan PJJ. Kami tidak bisa buat kebijakan sendiri," tegas Nuraini.

Guna menyiasati kebuntuan aturan tersebut, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah kompromi dengan melonggarkan tingkat kehadiran.

Orangtua murid yang khawatir akan dampak kesehatan diizinkan untuk merumahkan anaknya secara mandiri, sementara aktivitas siswa yang tetap hadir dibatasi ketat di dalam ruang kelas.

Kondisi ini kian ironis mengingat bencana udara yang menyandera Kampar hingga Kota Pekanbaru ini merupakan dampak lintas batas.

Data BPBD Riau mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan titik api (zero hotspot) di wilayah Riau.

Asap pekat beracun yang menghirup paru-paru warga murni merupakan asap kiriman dari insiden Karhutla di provinsi tetangga.

Lambannya respons penyesuaian sistem pembelajaran di daerah terdampak memperlihatkan belum terintegrasinya mitigasi bencana dengan kebijakan edukasi daerah.

Menahan siswa dan guru di dalam kelas di tengah gempuran asap beracun, hanya demi menunggu lembar surat keputusan, menjadi potret buram penanganan dampak Karhutla di tingkat tapak.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
PWA Riau gelar diskusi parenting, orang tua diajak kenali minat dan bakat anak sejak dini (foto/ist)PWA Riau dan Umri Kolaborasi, Bahas Pentingnya Kesehatan dalam Pembangan Potensi Anak
Polisi tangkap seorang DPO Curat dana ATM yang viral di Ukui (foto/Andy)Seorang DPO Curat Dana ATM Viral Diciduk Tim Polsek Ukui di Medan
  BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
Ilustrasi Dumai dan Inhu terbanyak (foto/int)Hotspot di Sumatra Capai 280, Riau Terdeteksi 9 Titik Tersebar di Lima Wilayah
Ditutup Wabup Hendrizal, Inhu Expo 2026 hadirkan hiburan hingga pembagian doorprize (foto/ist)Inhu Expo 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Malam Penutupan di RTH Rengat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto (kanan) mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan pemaparan kepada media seusai memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-APHIAPHI Kerahkan Regu Pemadam dan Siapkan Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved