INHU — Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tengah menghadapi persoalan kesehatan yang cukup serius. Di tengah kabut asap yang melanda dan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga mengalami lonjakan tajam.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu mencatat sebanyak 235 kasus DBD terjadi sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan Juli 2026 yang hanya mencatat 31 kasus.
Lonjakan kasus tersebut juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 lalu.
Dari data Dinkes Inhu, kasus DBD paling banyak ditemukan di empat wilayah kerja puskesmas. Keempatnya yakni Puskesmas Sipayung di Kecamatan Rengat, Puskesmas Pangkalan Kasai di Kecamatan Seberida, Puskesmas Kambesko di Kecamatan Rengat, serta Puskesmas Pekan Heran di Kecamatan Rengat Barat.
Puskesmas Sipayung mencatat kasus terbanyak dengan 66 kasus. Selanjutnya Puskesmas Pangkalan Kasai sebanyak 45 kasus, Puskesmas Kambesko 28 kasus, dan Puskesmas Pekan Heran sebanyak 25 kasus.
Plt Kepala Dinkes Inhu, Indrawansyah, menerangkan bahwa DBD merupakan penyakit yang berkaitan erat dengan perilaku manusia dan kondisi lingkungan.
Menghadapi lonjakan kasus tersebut, Dinkes Inhu telah melakukan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran DBD, mulai dari penyelidikan epidemiologi hingga pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Kita sudah melakukan langkah-langkah, diantaranya melakukan penyelidikan epidemiologi kasus, untuk memastikan mata rantai penularan, memastikan keadaan lingkungan dan status pasien tempt perindukan nyamuk dewasa," ujarnya.
Selain melakukan penyelidikan epidemiologi, Dinkes Inhu juga melakukan pengobatan serta pemantauan terhadap kondisi pasien.
Upaya pemberantasan nyamuk juga dilakukan melalui fogging dan pemberian bubuk abate guna memutus mata rantai hidup nyamuk penyebab DBD.
Dinkes Inhu turut berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar gotong royong membersihkan lingkungan. Langkah tersebut dibarengi dengan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Indrawansyah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
"DBD bisa dicegah dengan prilaku 3M plus, yakni menguras, menutup, mendaur ulang dan menggunakan lotion anti nyamuk kelambu," tuturnya.