www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Terciduk! Mobil di Rohul Angkut 700 Liter Solar Bersubsidi dalam Tangki Modifikasi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jalur Malaysia-Dumai Terungkap
Polda Riau Bongkar Penyelundupan Sabu 46,9 Kg, Oknum TNI Aktif Jadi Tersangka
Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26:58 WIB
Komandan Pomdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Cpm Yudi Wahyudi (foto/detik)
Komandan Pomdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Cpm Yudi Wahyudi (foto/detik)

PEKANBARU – Polda Riau mengungkap peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional dengan barang bukti mencapai 46,93 kilogram senilai Rp84,49 miliar. Dalam kasus ini, seorang prajurit TNI aktif yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, turut ditetapkan sebagai tersangka.

Sabu tersebut diketahui berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Dumai, Riau. Narkotika itu diduga akan diedarkan ke Kota Pekanbaru dan wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat memaparkan pengungkapan kasus tersebut di Mapolda Riau, Selasa (20/10/2026). Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AF (32) dan NS (32), keduanya warga Binjai, Sumatera Utara.
Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita sabu dengan berat total 46.934,16 gram atau sekitar 46,93 kilogram. Nilai barang bukti tersebut mencapai Rp84.491.488.000.

"Dari kedua tersangka, diamankan barang bukti 46.934,16 gram atau sekitar 46,93 kilogram sabu dengan nilai mencapai Rp84.491.488.000," ujar Arman.

Pengungkapan ini membuka dugaan adanya jalur distribusi narkotika lintas negara yang menghubungkan Malaysia dengan sejumlah wilayah di Indonesia melalui Dumai. Namun, identitas pemasok di Malaysia, mekanisme pengiriman, serta pihak yang diduga mengendalikan distribusi hingga ke daerah tujuan masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Arman mengungkapkan, aktivitas peredaran sabu yang melibatkan para tersangka diduga telah berlangsung selama sekitar satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, para pelaku disebut telah 15 kali berhasil membawa sabu sebelum akhirnya ditangkap aparat.

Informasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam pengembangan perkara. Polisi diharapkan dapat menelusuri rangkaian pengiriman sebelumnya, termasuk kemungkinan adanya pemasok, pengendali, dan pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Pengungkapan ini tidak hanya berkaitan dengan penyitaan hampir 47 kilogram sabu, tetapi juga membuka peluang untuk membongkar jaringan distribusi yang diduga beroperasi lintas wilayah dan lintas negara.

Kasus ini menjadi sorotan karena AF merupakan prajurit TNI aktif yang bertugas sebagai Babinsa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ia ditangkap bersama NS dalam operasi pengungkapan peredaran sabu tersebut.

Komandan Pomdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Cpm Yudi Wahyudi, memastikan AF telah ditahan di Markas Polisi Militer Kodam (Makopomdam). Penahanan dilakukan sebagai bentuk penindakan terhadap anggota TNI yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika sekaligus bagian dari sinergi TNI dan Polri dalam pemberantasan narkoba.

"Tidak ada toleransi kepada prajurit yang melakukan penyalahgunaan narkotika. Itu pasti akan kita tindak tegas, profesional dan objektif sesuai ketentuan aturan dan undang-undang. Mari kita kawal sama-sama," kata Yudi yang hadir dalam rilis kasus di Mapolda Riau.

Yudi menegaskan, AF telah berstatus tersangka dan menjalani penahanan di lingkungan Polisi Militer. Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan tercatat sebagai Babinsa di Kodim Langkat.

"Status sudah tersangka dan ditahan sama kami. Jadi yang bersangkutan ini adalah oknum dari salah saru kodim atau Babinsa di Langkat," katanya.

Penanganan terhadap AF dilakukan melalui mekanisme hukum militer, sementara pengungkapan jaringan peredaran narkotika ini melibatkan koordinasi lintas instansi.

Pengungkapan kasus dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, TNI, pemerintah daerah, dan Bea Cukai.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memutus jalur peredaran narkotika yang diduga berasal dari luar negeri dan menyasar sejumlah wilayah di Indonesia.

Dengan barang bukti hampir 47 kilogram sabu senilai Rp84,49 miliar serta dugaan 15 kali pengiriman selama setahun, pengembangan kasus ini menjadi penting untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Aparat kini dihadapkan pada upaya menelusuri sumber pasokan, mengidentifikasi pihak yang mengendalikan pengiriman, serta memastikan sejauh mana jaringan tersebut beroperasi di Riau dan Sumatera Utara.

Sumber: tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bawa 700 liter solar, pengemudi mobil modifikasi di Rohul diciduk polisi (foto/tribunpku)Terciduk! Mobil di Rohul Angkut 700 Liter Solar Bersubsidi dalam Tangki Modifikasi
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra (foto/int)Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, RTH dan Taman Kota Tetap Ditutup
Jembatan Siak III Pekanbaru juga akan mulai ditutup pekan depan untuk perawatan (foto/int)Jembatan Siak I Pekanbaru Kembali Dibuka, Perawatan Siak III Segera Menyusul
Pemkab Meranti remajakan 3.500 hektare kebun kelapa, petani didorong hasilkan produk bernilai tinggi (foto/int)3.500 Hektare Kebun Kelapa Diremajakan, Meranti Bidik Peningkatan Pendapatan Petani
ist.Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah
  Komandan Pomdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Cpm Yudi Wahyudi (foto/detik)Polda Riau Bongkar Penyelundupan Sabu 46,9 Kg, Oknum TNI Aktif Jadi Tersangka
Ekspos sabu 46 Kg dari Malaysia masuk lewat Dumai, target edar Pekanbaru dan Provinsi Sumut (foto/tribunpku) Polda Riau Bongkar Jaringan Sabu Internasional, 46,9 Kg Narkoba Senilai Rp84 M Disita
Riau Corporate University disiapkan untuk perkuat kinerja ASN (foto/int)BPSDM Riau Siapkan Copu, Peluncuran Ditargetkan November 2026
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto minta pemerintah pusat kaji kembali pemotongan dana transfer ke daerah (foto/int)DPRD Riau Minta Pemerintah Jangan Abaikan Kontribusi Daerah Penghasil SDA
Penyerahan peralatan gotong royong oleh manajemen RAPP kepada perwakilan masyarakat pada kegiatan RGE Founders Day 2026 di Desa Sering, Kabupaten Pelalawan.RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved