UJUNG TANJUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Pesantren Kilat, sebuah program pembinaan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas spiritual, akhlak, serta pemahaman ibadah para peserta.
Pembukaan program tersebut berlangsung secara resmi, Selasa (14/7/2026) dengan dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, H Ahmad Asyura SAg sebagai bentuk sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan instansi keagamaan dalam membina warga binaan.
Dalam kesempatan itu, Kepala KUA Tanah Putih Ahmad Asyura menegaskan, pesantren kilat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter yang diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
"Kami berharap program ini tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan menjadi bekal spiritual yang nyata bagi menjalani proses hijrah," ucap Ahmad Asyura.
"Perubahan karakter yang lebih baik dan pemahaman ibadah yang benar adalah kunci utama saat nanti kembali ke masyarakat," sambungnya.
Agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal, Lapas Bagansiapiapi telah menyiapkan materi pembelajaran yang berfokus pada aspek fundamental ajaran Islam.
Beberapa materi yang diberikan selama kegiatan berlangsung meliputi Fiqih Ibadah, yang membahas tata cara pelaksanaan ibadah sehari-hari sesuai syariat Islam.
Kemudian, Akidah dan Akhlak, sebagai penguatan keimanan sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral.
Serta Tahsin Al-Qur'an, berupa pendampingan membaca Al-Qur'an dengan kaidah tajwid yang baik dan benar agar bacaan menjadi lebih tartil.
Materi tersebut dirancang agar para peserta tidak hanya memahami teori keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah bebas nanti.
Manajemen Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berharap seluruh warga binaan dapat memanfaatkan program ini sebagai kesempatan memperbaiki diri melalui peningkatan ilmu agama.
Kolaborasi dengan KUA Kecamatan Tanah Putih juga menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki bekal moral, spiritual, dan karakter positif ketika kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Program keagamaan seperti pesantren kilat diharapkan mampu mendukung proses rehabilitasi sosial sekaligus menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan perubahan perilaku.