www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jelang Tuntutan Abdul Wahid, PKB Riau Minta JPU KPK Kedepankan Profesionalisme
Kamis, 09 Juli 2026 - 11:35:00 WIB
Ilustrasi sidang lanjutan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid masuki agenda tuntutan (foto/tribunpku)
Ilustrasi sidang lanjutan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid masuki agenda tuntutan (foto/tribunpku)

PEKANBARU – Menjelang agenda pembacaan tuntutan terhadap Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (9/7/2026), Juru Bicara PKB Riau, Musliadi, meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan rasa keadilan dalam proses penegakan hukum.

Menurut Musliadi, meskipun penyusunan tuntutan merupakan kewenangan penuh JPU, proses hukum harus tetap berlandaskan fakta persidangan serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Kami tentu berharap tuntutan yang disampaikan oleh JPU memenuhi rasa keadilan. Harus profesional dalam penegakan hukum. Walaupun kami tahu itu kewenangan JPU KPK, namun tetap harus mengedepankan rasa keadilan dan tidak menuntut Abdul Wahid dengan ugal-ugalan," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan, masyarakat Riau telah mengikuti jalannya persidangan sejak awal sehingga dapat menilai sendiri fakta-fakta yang terungkap di ruang sidang. Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara objektif berdasarkan alat bukti yang dihadirkan.

"Menurut kami, masyarakat mengikuti proses persidangan ini dari awal. Tidak ada alat bukti yang kuat untuk menjerat Pak Abdul Wahid dengan dalih apa pun. Masyarakat sudah pintar menganalisis, sehingga kami menilai kasus ini terlalu dipaksakan dan tidak adil dalam penegakan hukum," katanya.

Musliadi juga berharap majelis hakim nantinya menjatuhkan putusan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Ia menilai pengadilan menjadi tempat untuk memperoleh keadilan atas perkara yang sedang dihadapi Abdul Wahid.

"Maka kami berharap di pengadilan inilah tempat kami mencari keadilan atas tuduhan yang menurut kami sangat kejam disematkan kepada Abdul Wahid," ucapnya.

Selain itu, ia mengingatkan JPU agar tetap berfokus pada materi dakwaan dan menghindari hal-hal yang berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.

"Kami mengingatkan JPU harus profesional dan jangan memancing kegaduhan. Sidang ini dihadiri dan disaksikan oleh rakyat Riau. Fokus saja kepada dakwaan dan jangan ke mana-mana," tegasnya.

Musliadi juga menyampaikan kritik terhadap cara JPU memeriksa sejumlah saksi selama persidangan. Menurutnya, jaksa dinilai terlalu berlebihan dalam mengajukan pertanyaan dan berupaya menggiring keterangan saksi sesuai sudut pandang penuntut umum.

"Selama ini kami melihat JPU terlalu over acting dalam bersikap dan bertanya serta menggiring saksi sesuai selera JPU. Kami punya bukti," katanya.

Di akhir keterangannya, Musliadi mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif selama proses persidangan berlangsung. Ia berharap seluruh tahapan penegakan hukum dapat berjalan secara profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Riau.

Diketahui, sidang pembacaan tuntutan terhadap Abdul Wahid dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Kamis (9/7/2026). Agenda persidangan tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian publik di Riau.Agar berita tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik, sebaiknya sertakan juga tanggapan dari pihak JPU KPK atau kuasa hukum terkait apabila tersedia.

Sumber: Tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved