www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Amplop Putih untuk Raja Juli Antoni Buka Babak Baru Kasus OTT Bupati Kuansing
Jumat, 03 Juli 2026 - 22:22:00 WIB
Menhut, Raja Juli Antoni dan Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.(foto: int)
Menhut, Raja Juli Antoni dan Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby.(foto: int)

KUANSING - Penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, memasuki fase baru.

Setelah sebelumnya penyelidikan berfokus pada dugaan gratifikasi terkait pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), kini perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengarah pada proses pengusulan pelepasan kawasan hutan seluas 3.800 hektare.

Perkembangan tersebut mencuat bersamaan dengan pengakuan Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, mengenai sebuah amplop putih yang ditinggalkan Suhardiman saat audiensi di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada 2 Juni 2026.

Kasus ini kini tidak hanya menyangkut dugaan praktik suap dalam pengisian jabatan, tetapi juga mulai menyentuh kebijakan strategis yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan, aset negara, dan kepentingan masyarakat.

Sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 29 Juni 2026, Suhardiman diketahui beberapa kali menjalin komunikasi dan melakukan pertemuan dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Salah satu agenda penting berlangsung pada 2 Juni 2026 di Kantor Kementerian Kehutanan.

Dalam pertemuan tersebut, Suhardiman membawa usulan pelepasan kawasan hutan seluas sekitar 3.800 hektare.

Sehari setelah audiensi, Suhardiman menyampaikan bahwa usulan tersebut memperoleh respons positif dari Menteri Kehutanan.

"Saat audiensi kemarin, Pak Menhut menyambut baik dan usulan kita disambut positif," ujar Suhardiman saat itu.

Menurutnya, kawasan yang diusulkan merupakan bagian dari skema Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang telah lama menetap di wilayah tersebut.

"Lahan yang kita ajukan program TORA adalah perkampungan. Di sana ada sekolah, jalan hingga rumah ibadah. Semua itu tanah masyarakat kecil," kata Suhardiman.

Ia juga menjelaskan bahwa usulan tersebut masih harus melalui serangkaian proses administrasi, verifikasi teknis, hingga evaluasi di Kementerian Kehutanan sebelum dapat diputuskan pemerintah pusat.

Perhatian publik semakin besar setelah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap adanya amplop putih yang ditinggalkan Suhardiman usai audiensi di kantornya.

Menurut Raja Juli, dirinya baru menyadari keberadaan amplop tersebut setelah pertemuan selesai sehingga langsung meminta ajudannya untuk mengembalikannya.

"Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut karena saya merasa tidak memiliki hak," ujar Raja Juli Antoni, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan pengembalian amplop tidak dapat dilakukan pada hari yang sama karena ajudannya, Bambang Haryadi, sedang menjalankan tugas kedinasan.

Amplop tersebut akhirnya dikembalikan kepada Suhardiman pada 12 Juni 2026.

Raja Juli juga mengungkapkan bahwa sebelum pengembalian dilakukan, dirinya sempat berkoordinasi dengan Kapolda Riau agar memfasilitasi pertemuan antara ajudannya dan Suhardiman di Mapolres Kuantan Singingi.

Pasca OTT yang dilakukan KPK, penyidik mulai mendalami apakah terdapat unsur tindak pidana korupsi dalam proses pengajuan pelepasan kawasan hutan tersebut.

Fokus penyelidikan kini mencakup dokumen pengusulan, mekanisme administrasi, alur pengambilan keputusan, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Pendalaman ini dinilai penting mengingat pelepasan kawasan hutan memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibanding perkara dugaan gratifikasi pengisian jabatan karena berkaitan langsung dengan tata kelola kehutanan dan pemanfaatan aset negara.

Hingga Jumat (3/7/2026), KPK belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kemungkinan adanya tersangka baru maupun perkembangan status hukum pihak lain dalam pengembangan perkara tersebut.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan apakah proses usulan pelepasan kawasan hutan tersebut murni merupakan kebijakan administratif atau terdapat indikasi pelanggaran hukum yang menjadi bagian dari rangkaian perkara yang sedang ditangani KPK.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved