www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Posko Keliling, Bapenda Pekanbaru Jemput Wajib Pajak hingga ke Permukiman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Polri Bongkar Dugaan Korupsi Modernisasi Pabrik Gula, Kerugian Negara Capai Rp645 Miliar
Kamis, 11 Juni 2026 - 08:27:30 WIB
PT Wijaya Karya (WIKA).
PT Wijaya Karya (WIKA).

JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah kantor PT Wijaya Karya (WIKA) di Jakarta Timur terkait penyidikan dugaan korupsi proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur.

Penggeledahan berlangsung di Gedung WIKA Tower 2 pada Selasa (9/6/2026) dan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan proyek konstruksi terintegrasi engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) yang berlangsung pada periode 2016 hingga 2022.

Tim penyidik berada di lokasi selama hampir delapan jam, mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 16.40 WIB. Sejumlah ruangan, terutama di lantai 3 dan lantai 12, menjadi fokus pemeriksaan guna mencari dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dalam bentuk fisik maupun digital yang akan digunakan untuk mendukung proses pembuktian.

Kerugian Negara Diperkirakan Rp645 Miliar

Kasus yang tengah ditangani Kortastipidkor Polri berkaitan dengan proyek modernisasi PG Assembagoes milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp645 miliar.

Proyek modernisasi pabrik gula tersebut merupakan bagian dari program strategis BUMN yang didukung pendanaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar serta tambahan pinjaman lebih dari Rp462 miliar.

Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut disebut tidak mampu memenuhi sejumlah target yang telah ditetapkan, termasuk kapasitas giling, kualitas produksi gula, hingga target produksi listrik untuk kebutuhan ekspor.

Penyidikan Polri mengungkap bahwa konsorsium kontraktor utama yang terdiri dari KSO WIKA-Barata-Multinas diduga tidak melibatkan pihak yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai dalam teknologi industri gula.

Akibat tidak terpenuhinya berbagai persyaratan teknis dan jaminan kinerja, PT Perkebunan Nusantara XI akhirnya memutus kontrak kerja sama dengan konsorsium tersebut.

Meski demikian, pemutusan kontrak terjadi setelah pembayaran mencapai sekitar 99,3 persen dari total nilai kontrak senilai Rp716,6 miliar.

Penggeledahan Dilakukan di Sejumlah Lokasi

Selain kantor PT Wijaya Karya di Jakarta, penyidik Kortastipidkor Polri juga melakukan penggeledahan secara paralel di sejumlah lokasi di Jawa Timur.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan antara lain kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Surabaya, rumah Direktur Utama PT Multinas Indonesia Tjahjadi Djajadibrata di Surabaya, serta kantor PT Barata Indonesia di Gresik.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengumpulan alat bukti dan mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Kepala Bagian Operasional Kortastipidkor Polri, Kombes Ahmad Yusuf Afandi, menegaskan seluruh proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Ia memastikan penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mengungkap dugaan tindak pidana korupsi secara menyeluruh.

"Hasil penggeledahan akan dianalisis lebih lanjut untuk mempercepat penyelesaian perkara sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab secara pidana," ujarnya.

Sumber: Ayobandung


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Posko pajak keliling hadir setiap akhir pekan di Pekanbaru (foto/ist)Posko Keliling, Bapenda Pekanbaru Jemput Wajib Pajak hingga ke Permukiman
Tersangka Karhutla 85 hektare di Meranti ditangkap (foto/int)Karhutla 85 Hektare di Meranti, Polisi Tetapkan Warga sebagai Tersangka
Mahasiswa KKN kelompok 96 Umri pasang plang jalan di Desa Sialang Indah (foto/ist)Bantu Akses Warga, Mahasiswa KKN Umri Pasang Plang Jalan Desa Sialang Indah
Ilustrasi 24 penerbangan pulang pergi Pekanbaru-Jakarta via Bandara SSK II dibatalkan (foto/riki)24 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Dibatalkan hingga Sore Ini
Daftar 19 penerbangan batal di Bandara SSK II Pekanbaru akibat erupsi Krakatau (foto/int)19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
  Penerbangan dari dan ke Pekanbaru-Jakarta batal akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (foto/ist)35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta di Bandara SSK II Batal hingga Malam Ini!
Ilustrasi Riau terdeteksi 156 hotspot atau titik panas (foto/int)2.199 Hotspot Kepung Sumatra, Riau Terdeteksi 156 Titik
Ilustrasi pekan ini operasi pasar murah kembali digelar TPID Riau di Pekanbaru dan Siak (foto/int)Pekan Ini Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak
Polda Riau tetapkan tersangka pembuka 111 hektare kawasan mangrove Dumai (foto/int)Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembukaan Lahan Ilegal 111 Ha Mangrove Dumai
Bupati Rohil, Bistamam tinjau kondisi Jembatan Sungai Tapah (foto/afrizal)Bupati Bistamam Minta PUPR Segera Susun Kajian Teknis Penanganan Jembatan Sungai Tapah
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved