ROHIL – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026) pagi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rokan Hilir (Rohil) tidak sekadar menjadi ritual seremonial tahunan.
Di bawah kibaran bendera Merah Putih di halaman Mapolres, Jalan Lintas Riau–Sumut KM 167, Kelurahan Banjar XII, momentum ideologi ini diwujudkan menjadi komando kesiapsiagaan menghadapi ancaman nyata di lapangan seperti karhutla, narkoba dan pengamanan agenda budaya nasional.
Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni SIK MH menegaskan, nilai luhur Pancasila harus memanifestasikan diri dalam tindakan nyata, terutama saat daerah memasuki fase krusial perubahan musim dan agenda sosial yang padat.
Upacara khidmat yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dihadiri Wakapolres, jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, hingga seluruh personel struktural Polres Rohil.
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi AKBP Isa Imam Syahroni adalah ancaman Karhutla seiring masuknya musim kemarau di wilayah Riau. Kapolres menginstruksikan pembagian kerja yang rigid dan taktis antar-satuan fungsi.
Fungsi Samapta dan Binmas diperintahkan bergerak ke akar rumput guna mengedukasi masyarakat terkait regulasi serta bahaya membuka lahan dengan metode membakar.
Sementara itu, lini represif seperti Reskrim dan Intelkam diminta memperketat pengawasan.
"Sinergi antar-fungsi adalah kunci. Lakukan deteksi dini, perkuat penyelidikan, dan jangan ragu melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal," ujar Kapolres.
Selain tantangan lingkungan, komitmen moral internal institusi juga menjadi sorotan tajam.
Pancasila sebagai panduan moral bangsa dinilai harus tegak lurus dengan kedisiplinan anggota Polri.
Kapolres Rohil mengeluarkan peringatan keras terkait penyalahgunaan narkotika di tubuh korps bhayangkara lokal.
Para PJU diminta memperketat fungsi pengawasan melekat (waskat) kepada seluruh bawahan.
"Komitmen kita clear dan tidak ada tawar-menawar terkait narkoba. Jika ada personel Polres Rohil yang terbukti terlibat atau menggunakan narkotika, saya pastikan akan ditindak tegas tanpa pandang bulu sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku," tegas Kapolres.
Tantangan operasional terdekat yang diantisipasi oleh Polres Rohil adalah pengamanan event budaya tahunan internasional, Bakar Tongkang, yang akan digelar dalam waktu dekat.
Mengingat potensi kerumunan massa yang besar, pengamanan markas komando (Mako) dan ruang tahanan menjadi perhatian utama.
Seluruh personel diwajibkan mengadopsi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat guna mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).