PEKANBARU - Teror geng motor yang kerap berkeliaran pada malam hingga dini hari di Kota Pekanbaru akhirnya berhasil diungkap kepolisian. Kelompok ini dikenal sering berkonvoi sambil mencari korban secara acak, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang pelaku. Dua di antaranya masih berusia di bawah umur. Penangkapan ini sekaligus membuka pola kejahatan geng motor yang selama ini meresahkan warga.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan satu pelaku dewasa berinisial SH berusia 18 tahun, sementara dua lainnya merupakan anak di bawah umur. “Iya, pelaku ada tiga orang. Dua pelaku merupakan anak di bawah umur,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelompok geng motor ini tidak pernah menentukan korban secara spesifik. Mereka berkeliling dari satu kawasan ke kawasan lain, menunggu kesempatan hingga menemukan target yang dinilai mudah diserang.
Wilayah pergerakan para pelaku terbilang luas. Dalam beberapa kali aksi, mereka beroperasi di kawasan Rumbai, Bukit Raya, Sukajadi, hingga Senapelan.
“Dari hasil pemeriksaan, mereka sudah beberapa kali beraksi di daerah Senapelan, Sukajadi, Rumbai, dan Bukit Raya. Polanya acak, tidak pernah menentukan siapa targetnya,” jelas Anggi.
Aksi kejahatan dilakukan dengan cara berkonvoi menggunakan sepeda motor pada malam hingga dini hari. Ketika melihat calon korban yang dianggap lemah, para pelaku langsung melancarkan aksi. Sasaran utama mereka adalah telepon genggam dan dompet korban.
“Mereka konvoi dan apabila menemukan target yang menurut mereka lemah, di situlah niat melakukan aksi pidana muncul. Fokus mereka saat beraksi adalah ponsel dan dompet,” tegasnya.
Meski baru tiga orang yang ditangkap, polisi memastikan kelompok ini beranggotakan lebih banyak orang. Dari hasil pendalaman, terdapat empat pelaku inti dalam geng motor tersebut, dan satu di antaranya hingga kini masih dalam pengejaran.
Salah satu aksi paling brutal terjadi pada 2 Januari lalu di Jalan Jenderal Sudirman. Korban berinisial R saat itu tengah mencari makan malam bersama temannya. Namun, saat melintas di kawasan flyover Harapan Raya, dua sepeda motor tiba-tiba memepet korban.
Tanpa peringatan, pelaku langsung memukul korban menggunakan double stick berwarna silver. Korban sempat berusaha melarikan diri, tetapi kelompok pelaku lain menyusul dan melakukan pengejaran hingga korban terjatuh di depan kawasan Star City.
Di lokasi tersebut, korban dikeroyok secara beramai-ramai. Selain dipukuli, korban juga diserang menggunakan senjata tajam berupa pisau jenis samurai. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul dan sabetan senjata tajam.
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan saat beraksi, pakaian pelaku, double stick, serta sebilah samurai bergagang kayu berwarna hitam dan cokelat.
Hingga saat ini, Satreskrim Polresta Pekanbaru masih memburu satu pelaku utama lainnya. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam rangkaian aksi kekerasan geng motor tersebut.