PEKANBARU - Danyon Komando 462 Kopasgat Pulanggeni, Letkol Pas Wahyu Kurniawan SHub Int, memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh personel dalam apel rutin yang digelar, Rabu (2/6/2025).
Letkol Wahyu menegaskan kembali tugas pokok TNI, menjaga kedaulatan negara dan turut serta dalam membantu pemerintah, baik dalam penanggulangan bencana, pengamanan objek vital nasional, maupun pemberdayaan masyarakat.
“Tugas kita bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tapi juga turut membantu pemerintah dalam berbagai bidang. Ini amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Wahyu Kurniawan.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan personel agar bijak dalam bermedia sosial, baik atas nama pribadi maupun keluarga.
Menurutnya, etika digital harus menjadi perhatian serius karena bisa berdampak terhadap citra kesatuan.
“Saya minta seluruh personel berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Jaga nama baik pribadi, keluarga, dan tentu saja kesatuan,” tuturnya.
Letkol Wahyu juga menyampaikan pentingnya rasa syukur terhadap penghasilan yang diperoleh sebagai anggota TNI AU, yang menurutnya merupakan rejeki halal dan berkah dari Tuhan.
“Apa yang rekan-rekan dapatkan sebagai abdi negara itu rejeki dari Tuhan melalui negara. Karena itu rejeki yang halal dan berkah untuk anak dan istri kita. Maka carilah nafkah yang halal,” pesannya.
Salah satu penekanan penting lainnya adalah larangan keras keterlibatan dalam kegiatan ilegal.
Wahyu menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang terbukti terlibat dalam bisnis ilegal.
“Kami melarang secara tegas, dan tidak akan memberikan toleransi apapun kepada personel yang terbukti terlibat dalam kegiatan bisnis ilegal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengawasan internal terus diperketat dengan mewajibkan personel melaporkan setiap aktivitas mereka. Hal ini dilakukan untuk menjaga disiplin dan menghindari penyalahgunaan nama kesatuan.
“Kami sudah memerintahkan setiap personel agar melaporkan seluruh kegiatan mereka. Ini agar pengawasan bisa lebih intensif dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba mencatut nama personel atau kesatuan Batalyon 462 Kopasgat dalam berbagai aksi melanggar hukum.
“Jika ada pihak yang dengan sengaja mencemarkan nama baik kesatuan kami, maka kami tidak akan segan-segan membawa masalah ini ke ranah hukum. Tidak ada kompromi,” pungkasnya.(*)