PEKANBARU – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus diperkuat. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menugaskan LPP Agro Nusantara menyelenggarakan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau pada 28–31 Juli 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing pekebun swadaya. Saat ini, pekebun sawit swadaya menguasai sekitar 40 persen dari total luas perkebunan sawit nasional, namun kontribusi produksinya masih berada di kisaran 30–35 persen dari total produksi crude palm oil (CPO) nasional.
Sebanyak 79 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Rokan Hilir. Peserta terdiri atas pekebun swadaya, pengurus koperasi unit desa (KUD), pendamping, hingga anggota keluarga pekebun yang diharapkan menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Kegiatan dibuka di Grand Elite Hotel Pekanbaru oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, S.Hut., M.T. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik pemetaan menggunakan Global Positioning System (GPS), pemanfaatan drone, hingga pengolahan data spasial menggunakan ArcGIS. Sementara praktik lapangan dilaksanakan di PTPN IV Regional 3 Kebun Sei Pagar.
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, S.T., M.M., mengatakan bahwa kemampuan pemetaan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam pengelolaan kebun sawit rakyat secara berkelanjutan.
"Melalui peta yang akurat, pengelolaan kebun sawit rakyat akan semakin tertata sehingga produktivitas dapat terus meningkat. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan langsung di lapangan untuk mendukung kemajuan perkebunan sawit swadaya," ujar Pranoto Hadi Raharjo.
Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan lahan yang lebih efektif, memperkuat basis data perkebunan rakyat, serta mendukung peningkatan produktivitas sawit nasional melalui penerapan teknologi pemetaan yang modern dan akurat. (rls)