www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Diduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
 
Petani Sawit Minta Pemerintah Libatkan Mereka dalam Kebijakan Ekspor Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:52:00 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA – Rencana pemerintah mewajibkan ekspor kelapa sawit melalui badan usaha milik negara (BUMN) mulai menuai penolakan dari kalangan petani.

Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia atau POPSI menilai kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN berpotensi memicu monopoli perdagangan sawit nasional.

Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, mengatakan skema tersebut memiliki kemiripan dengan tata niaga cengkeh pada era Orde Baru yang dinilai pernah menimbulkan persoalan besar bagi petani.

“Kami mempertanyakan mengapa kebijakan sebesar ini dibahas tanpa melibatkan petani sawit. Sawit bukan hanya soal ekspor, tetapi menyangkut hidup jutaan keluarga petani dan ekonomi daerah di seluruh Indonesia,” ujar Darto.

Menurut POPSI, penunjukan BUMN sebagai eksportir tunggal berpotensi memusatkan jalur perdagangan sawit hanya kepada kelompok tertentu. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang munculnya rente ekonomi dan elite capture.

Darto juga menyinggung pola tata niaga cengkeh melalui Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) pada masa lalu yang disebut memicu praktik monopoli dan merugikan petani.

Jika akses ekspor hanya dikendalikan melalui satu pintu, POPSI khawatir persaingan perdagangan akan melemah sehingga posisi tawar petani ikut menurun.

“Dalam kondisi itu, harga tandan buah segar (TBS) sawit dinilai rentan ditekan,” katanya.

Selain itu, POPSI menilai industri sawit saat ini jauh lebih kompleks dibanding tata niaga komoditas pada masa lalu. Perdagangan sawit Indonesia telah terhubung langsung dengan pasar global dan sistem perdagangan internasional.

Organisasi tersebut mengingatkan mekanisme ekspor yang terlalu tertutup dapat memengaruhi kepercayaan pembeli internasional dan berisiko menurunkan daya saing Indonesia di pasar global.

“Jika mekanisme ekspor terlalu tertutup atau terlalu politis, Indonesia dikhawatirkan kehilangan kepercayaan pembeli internasional dan daya saing global,” ujar Darto.

Menurut POPSI, dampak kebijakan itu nantinya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga petani sawit mandiri yang berpotensi menjadi pihak paling terdampak apabila persaingan pembelian CPO dan TBS melemah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menunjuk BUMN sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas strategis.

Tahap awal kebijakan tersebut mencakup minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy.

Prabowo mengatakan kebijakan itu bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy, kita wajibkan penjualannya harus melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal,” kata Prabowo.

Sumber: Warta Ekonomi


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polisi Amankan Perempuan di Pelalawan, Tiga Anak Diduga Dipaksa Mengamen hingga Malam HariDiduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
Ilustrasi harga sawit Riau tembus Rp3.696 per kilogram (foto/int)Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di  Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (foto/Kompas)Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
  Kena imbas pembangunan Waduk Tenayan Raya, warga mendatangi Komisi I minta bantuan (foto/Mimi)Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian menjadi inspektur upacara peringatan Hari Krida Pertanian (foto/ist)Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
Penyerahan bantuan 80 buku bacaan kepada SD Negeri 005 Lubuk Gaung sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.PT ESM Donasikan 80 Buku Bacaan untuk Dukung Literasi Anak di Lubuk Gaung
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved