www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inhu Jadi Satu-satunya Lokasi Titik Panas di Riau Sore Ini
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dompet Negara Bergetar! EO Rp113 Miliar Bikin Semua Melongo
Senin, 13 April 2026 - 06:33:00 WIB
Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Kepala BGN, Dadan Hindayana.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap efisiensi anggaran negara, alokasi dana besar untuk jasa event organizer (EO) memicu perdebatan luas. Angka yang mencapai ratusan miliar rupiah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memunculkan pertanyaan terkait urgensi penggunaannya.

Menanggapi polemik tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, membenarkan adanya anggaran sebesar Rp113,91 miliar untuk jasa EO. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan strategis, khususnya karena BGN masih berada pada tahap awal pembentukan.

“Pada fase ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, BGN saat ini masih dalam proses membangun sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Kondisi tersebut membuat lembaga belum sepenuhnya mampu menjalankan berbagai agenda besar tanpa dukungan pihak eksternal.

Peran EO Dinilai Krusial

Dadan menjelaskan, jasa EO dibutuhkan karena memiliki kompetensi teknis yang belum sepenuhnya dimiliki internal lembaga. Peran tersebut mencakup perencanaan kegiatan, koordinasi vendor, pelaksanaan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional.

Selain itu, EO juga membantu dalam aspek administrasi dan keuangan, mulai dari proses pengadaan barang dan jasa hingga pelaporan kegiatan yang lebih terstruktur.

“Hal-hal tersebut membutuhkan pengalaman dan tim yang solid, yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki BGN di fase awal ini,” jelasnya.

Solusi Sementara untuk Kejar Program

BGN menilai penggunaan EO sebagai solusi sementara atau bridging agar program tetap berjalan tanpa harus menunggu kesiapan penuh internal lembaga.

“Sementara program harus segera dijalankan, EO menjadi solusi agar pelaksanaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” kata Dadan.

Ia menambahkan, pembentukan tim internal membutuhkan proses panjang, mulai dari rekrutmen hingga pelatihan, yang tidak bisa dilakukan secara instan.

Bukan Sekadar Kegiatan Seremonial

BGN juga menegaskan bahwa penggunaan EO tidak hanya untuk kegiatan seremonial. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari strategi komunikasi publik dalam menyampaikan isu gizi nasional kepada masyarakat.

Peran tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan seperti kampanye publik, sosialisasi nasional, hingga bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan.

“EO membantu memastikan pesan program dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas,” ujarnya.

Selain itu, EO juga memberikan masukan strategis dalam perencanaan kegiatan, termasuk pengelolaan audiens dan optimalisasi penggunaan anggaran.

Jamin Transparansi

Menanggapi kekhawatiran publik, BGN memastikan seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Seluruh pengeluaran, termasuk jasa EO, melalui mekanisme yang sah dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas,” tegas Dadan.

Daftar EO Jadi Sorotan

Polemik mencuat setelah beredar daftar 16 perusahaan EO yang menangani 16 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp113,91 miliar.

Sejumlah perusahaan yang menjadi sorotan di antaranya PT Maria Utara Jaya, PT Anugrah Duta Promosindo, dan PT Falah Eka Cahya, dengan nilai kontrak masing-masing mencapai puluhan miliar rupiah.

Besarnya nilai anggaran tersebut menjadi perhatian publik, terutama di tengah isu efisiensi belanja pemerintah.

Tantangan Menjaga Kepercayaan Publik

Penjelasan BGN menunjukkan bahwa penggunaan EO diposisikan sebagai solusi praktis dalam fase awal pembentukan lembaga. Namun, besarnya anggaran tetap memunculkan pertanyaan terkait prioritas dan efektivitas penggunaan dana.

Ke depan, BGN dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional yang mendesak dan tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi.

Sumber: Tribunnews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)Inhu Jadi Satu-satunya Lokasi Titik Panas di Riau Sore Ini
Program “The Kurban Series 1447 H” Dompet Dhuafa Riau menargetkan 3.000 penerima manfaat (foto/ist)Program The Kurban Series, Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3 Ribu Penerima Manfaat
PSDKU PNP Pelalawan menggelar PKTOS 2026, wadah pengembangan bakat dan sportivitas mahasiswa (foto/Andy)PSDKU PNP Pelalawan Gelar PKTOS 2026, Wadah Pengembangan Bakat dan Sportivitas Mahasiswa
BMKG mencatat 21 hotspot atau titik panas di Sumatera, Riau menjadi wilayah terbanyak kedua (foto/int)Termasuk Riau, BMKG Catat 21 Hotspot di Sumatera
Reses Ketua DPRD Kuansing, Juprizal di Desa Cengar (foto/ultra)Reses Ketua DPRD Kuansing, Perbaikan Jalan Jadi Usulan Prioritas Warga Cengar
  6 nama lolos calon Direktur dan Komisaris PT SPR menuju tahap akhir seleksi oleh Plt Gubri SF Hariyanto (foto/int)6 Orang Lolos Calon Direksi PT SPR, Nama Taufik Arrakhman Masuk Bursa
Ratusan jemaah calon haji Pekanbaru diberangkatkan ke Batam (foto/tribunpku)Kloter Terakhir Jemaah Haji Pekanbaru Berangkat, 237 Orang Menuju Embarkasi Batam
Suratman terpilih nahkodai KTNA Riau periode 2026–2031 (foto/ist)Terpilih Nahkodai KTNA Riau, Suratman Siap Perkuat Ketahanan Pangan
Wedding Showcase 2026.Living World Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Maison Blush Wedding Showcase 2026, Pameran Pernikahan Mewah Pertama di Riau
Anggota DPR EI, Hendry Munief berharap Siak harus bisa menjadi wajah wisata budaya Melayu Indonesia (foto/ist)Hendry Munief: Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved