JAKARTA - Google dikabarkan tengah menguji skema pembayaran kepada sejumlah penerbit web yang kontennya digunakan dalam fitur AI Overview. Uji coba tersebut disebut menjadi upaya Google untuk memberikan kompensasi kepada penerbit yang kontennya dimanfaatkan dalam menghasilkan ringkasan berbasis kecerdasan buatan.
Kehadiran AI Overview sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan penerbit dan platform media. Pasalnya, pengguna dapat memperoleh informasi langsung melalui ringkasan AI Overview tanpa harus mengunjungi situs sumber, sehingga berpotensi mengurangi lalu lintas ke situs penerbit.
Di tengah persoalan tersebut, Google disebut mulai melakukan pengujian pembayaran langsung kepada penerbit. Program ini juga memungkinkan penerbit mendapatkan gambaran mengenai seberapa sering konten mereka digunakan oleh AI Overview.
Meski demikian, besaran pembayaran yang diberikan Google kepada masing-masing penerbit belum diketahui secara pasti.
Laporan The Information mencoba mengungkap lebih jauh mengenai program uji coba tersebut, termasuk nilai pembayaran yang diterima penerbit.
Ratusan Penerbit Ikut Uji Coba
Menurut laporan tersebut, sekitar 100 penerbit digital dilibatkan dalam program uji coba. Pesertanya mencakup blog serta situs web kecil hingga menengah dengan nilai pembayaran yang berbeda-beda.
Salah satu skema pembayaran yang dilaporkan berada di kisaran 1 persen. Untuk penerbit berukuran lebih kecil, pembayaran yang diterima dilaporkan kurang dari US$1.000 atau sekitar Rp17,8 juta selama beberapa bulan.
Di sisi lain, terdapat penerbit yang telah memperoleh pembayaran sekitar US$50.000 hingga US$60.000. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp894,7 juta hingga Rp1,073 miliar.
Bahkan, sejumlah penerbit lainnya dilaporkan memperoleh pendapatan lebih dari US$1 juta atau sekitar Rp17,8 miliar per tahun.
Informasi tersebut dikutip dari 9to5Google, Jumat (2/10/2026).
Google Belum Pastikan Program Diperluas
Hingga kini, belum diketahui apakah program pembayaran kepada penerbit tersebut akan diperluas oleh Google.
Laporan The Information menyebutkan, Google memiliki kepentingan agar penerbit web tetap aktif memproduksi konten. Keberadaan konten baru dinilai penting untuk membantu menjaga model dan jawaban yang dihasilkan platform agar tetap terkini dan akurat.
Dengan demikian, skema pembayaran tersebut berpotensi menjadi salah satu cara Google menjaga hubungan dengan penerbit di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi AI dalam pencarian informasi.