KUALA LUMPUR - Pengelolaan jaringan telekomunikasi memasuki fase baru. XLSMART bersama ZTE Corporation mulai menguji teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tidak sekadar menganalisis kondisi jaringan, tetapi juga dapat membantu menentukan strategi hingga menjalankan tindakan optimalisasi secara otomatis.
Pengujian tersebut dilakukan pada sejumlah jaringan aktif XLSMART dan menjadi bagian dari langkah perusahaan menuju Autonomous Networks Level 4 (L4).
Perkembangan kolaborasi kedua perusahaan dipaparkan dalam ZTE Global Summit & User Congress 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/9/2026).
Yang menjadi sorotan bukan hanya penggunaan AI dalam pemantauan jaringan, melainkan kemampuan teknologi berbasis AI Agent untuk membentuk proses operasional yang semakin otomatis.
Sistem diuji agar mampu menjalankan rangkaian kerja mulai dari memahami kondisi jaringan, melakukan analisis, menyusun strategi optimalisasi hingga mendukung eksekusi.
Langkah ini penting karena pengelolaan jaringan dalam skala besar selama ini membutuhkan intervensi manusia pada berbagai tahapan.
Ketika jumlah perangkat, trafik, dan kebutuhan pelanggan terus meningkat, ketergantungan pada proses manual berpotensi memperpanjang waktu penanganan maupun optimalisasi.
Dalam kolaborasi tersebut, ZTE dan XLSMART menguji Network Optimization Agent pada sejumlah skenario jaringan aktif. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi cakupan jaringan nirkabel.
Hasil pengujian menunjukkan teknologi tersebut dapat mendukung mekanisme closed-loop secara otomatis. Dalam cakupan pengujian yang dilakukan, tingkat penyelesaian otomatis mencapai 25 persen.
Angka tersebut memang belum berarti seluruh proses optimalisasi jaringan dapat dilepas sepenuhnya kepada mesin.
Namun, capaian itu menunjukkan adanya ruang untuk mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat perpindahan dari tahap analisis menuju tindakan.
Network Optimization Agent juga diuji untuk menghasilkan solusi optimalisasi sekaligus mendukung rangkaian proses, mulai dari analisis, penyusunan strategi hingga eksekusi.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan jaringan otonom tidak lagi berhenti pada konsep. Teknologi mulai diuji dalam kondisi jaringan nyata untuk melihat seberapa jauh AI dapat memberikan hasil operasional yang terukur.
CTO XLSMART Shurish Subbramaniam mengatakan perusahaan masih mengeksplorasi berbagai kemungkinan penerapan AI dan otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional jaringan.
"XLSMART terus mengeksplorasi bagaimana AI dan otomatisasi dapat semakin meningkatkan operasional jaringan sekaligus mempercepat perjalanan kami menuju autonomous network," ucapnya.
Menurutnya, pengujian langsung pada jaringan aktif menjadi penting untuk mengetahui apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat ketika diterapkan pada kondisi operasional sebenarnya.
"Kolaborasi kami dengan ZTE memungkinkan kami menguji berbagai kasus penggunaan berbasis agent yang bernilai tinggi secara langsung di lingkungan jaringan aktif, sehingga kami dapat mengevaluasi efektivitas operasional dan manfaat yang terukur dalam kondisi jaringan yang sebenarnya," tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan menuju jaringan otonom tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan teknologi. Pengujian di lapangan diperlukan untuk memastikan AI mampu menghasilkan keputusan yang relevan dan dapat diterapkan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Perjalanan menuju Autonomous Networks Level 4 juga masih menyisakan tantangan. Capaian penyelesaian otomatis sebesar 25 persen dalam cakupan pengujian menunjukkan bahwa proses otomatisasi masih berada dalam tahap pengembangan.
Artinya, peningkatan kemampuan agent, perluasan skenario penggunaan dan validasi hasil pada jaringan yang lebih beragam akan menjadi faktor penting sebelum teknologi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas.
XLSMART dan ZTE menyatakan akan melanjutkan pengujian berbagai skenario jaringan otonom yang dinilai memiliki nilai tinggi.
Fokus berikutnya adalah memperkuat kemampuan berbasis agent serta memperluas penggunaan kasus yang telah berhasil diuji.
Bagi industri telekomunikasi, arah tersebut menunjukkan perubahan penting, jaringan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kapasitas besar dan konektivitas stabil, tetapi juga kemampuan untuk mendeteksi masalah, menganalisis kondisi, mengambil keputusan dan melakukan tindakan secara semakin mandiri.
Jika pengembangan ini berhasil diperluas, AI Agent berpotensi mengubah cara operator mengelola jaringan, dari pola yang banyak bergantung pada respons manusia menjadi sistem yang semakin prediktif, adaptif dan otomatis.(rilis)