PEKANBARU — Panitia persiapan Rapat Kerja Daerah II Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Riau Tahun 2026 menggelar rapat koordinasi pada Selasa (27/1/2026) di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru. Rapat ini menjadi langkah awal dalam mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Rakerda II PHRI Riau.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPD PHRI Riau, Ir. Nofrizal, MM, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta panitia pelaksana. Fokus utama pembahasan meliputi finalisasi susunan kepanitiaan serta penyempurnaan rangkaian acara Rakerda II agar seluruh kegiatan dapat berjalan tertib, efektif, dan terkoordinasi.
Ketua BPD PHRI Riau, Nofrizal, menyampaikan bahwa Rakerda II menjadi forum strategis bagi para pelaku industri perhotelan dan restoran di Provinsi Riau untuk menyamakan visi serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan dan peluang sektor pariwisata ke depan.
Rakerda II BPD PHRI Riau Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi PHRI dan Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau.
Rangkaian acara akan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, penampilan keterampilan menata tempat tidur atau making bed, serta atraksi bartender juggling. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah.
Acara ini direncanakan dihadiri oleh pimpinan serta pemilik hotel dan restoran se-Provinsi Riau, bersama para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
Rakerda II juga diharapkan dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, serta turut mengundang Wali Kota Pekanbaru, Kapolda Riau, Kapolresta Pekanbaru, kepala dinas terkait, pimpinan asosiasi pariwisata, travel agent, pimpinan SMK terkait, dan undangan lainnya.
Melalui pelaksanaan Rakerda II ini, PHRI Riau berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah dalam mendorong pemulihan sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan di Provinsi Riau. (rilis)