PEKANBARU – Telkomsel resmi meluncurkan LinkCar 2.0, platform Internet of Vehicle (IoV) terbaru yang menggabungkan teknologi IoT, telematik, dan konektivitas real-time untuk meningkatkan pengalaman berkendara di Indonesia. Tidak hanya memantau kondisi mesin dan perilaku pengemudi, LinkCar kini juga menghadirkan hiburan digital langsung di dalam mobil.
“Kalau dulu lebih banyak ke arah safety dan monitoring, sekarang kami naik level ke arah kenyamanan. LinkCar memungkinkan penumpang maupun pengemudi menikmati hiburan digital saat perjalanan, terutama di kota besar yang identik dengan kemacetan,” ujar Gian Wijoyo, GM Enterprise Platform, IoT and Network Infrastructure Telkomsel, Kamis (21/8/2025).
Model Bisnis B2B2C dan Split Billing
Telkomsel mengusung model bisnis B2B2C, di mana produsen mobil (OEM) menjadi mitra utama, sementara pengguna dapat langsung membeli paket data hiburan. Melalui sistem split billing, biaya telematik tetap ditanggung produsen mobil, sedangkan biaya hiburan dibayar pemilik kendaraan.
“Jadi satu SIM card bisa dipakai ganda: untuk telematik dan entertainment. Praktis dan transparan,” tambah Gian.
Jaringan Andal dan Dukungan AI
Telkomsel memastikan kualitas sinyal menjadi prioritas utama. Dengan dukungan AI dalam perencanaan jaringan, perusahaan dapat memetakan kebutuhan sinyal sesuai mobilitas pengguna, menghindari blank spot di jalur utama, serta memastikan monitoring kendaraan tetap berjalan real-time.
Mendukung Mobil Listrik dan Produsen Lokal
LinkCar 2.0 sudah diuji coba pada kendaraan listrik (EV) dari produsen Jepang dan China, serta menarik minat produsen otomotif lokal. Teknologi ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi produktivitas pengguna hingga 20%, dengan mendukung predictive maintenance dan mengurangi downtime kendaraan.
“Bayangkan head unit di mobil bisa menampilkan hiburan beresolusi tinggi tanpa buffering, sementara AI mendeteksi pola mesin secara presisi. Itu yang kami siapkan bersama partner otomotif,” kata Gian.
Kolaborasi untuk Masa Depan Connected Car
Gian menegaskan, LinkCar bukan sekadar fitur tambahan, tetapi bagian dari transformasi otomotif menuju ruang hidup digital di jalan raya. “Telkomsel tidak bisa sendirian. Kami butuh produsen mobil, konten lokal, hingga ekosistem digital lain untuk membangun pasar connected car di Indonesia,” ujarnya.