www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Penyegaran Birokrasi Dimulai, Agung Nugroho Lantik 16 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Pekanbaru
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kolaborasi Perkuat Kapasitas 176 Kader Posyandu untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Dumai
Rabu, 08 Juli 2026 - 10:18:14 WIB
Kunjungan ke Posyandu Sejahtera Buluh Hala menjadi kesempatan untuk melihat langsung layanan kesehatan ibu dan anak serta berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Sungai Geniot, Dumai
Kunjungan ke Posyandu Sejahtera Buluh Hala menjadi kesempatan untuk melihat langsung layanan kesehatan ibu dan anak serta berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Sungai Geniot, Dumai

DUMAI - Sebanyak 176 kader dari 41 pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kecamatan Sungai Sembilan dan Dumai Kota mengikuti pelatihan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Melalui pelatihan ini, para kader memperoleh pembekalan mengenai implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, sekaligus penerapannya dalam kegiatan sehari-hari saat mendampingi masyarakat.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PT Ivo Mas Tunggal (IMT), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama PT Energi Sejahtera Mas (ESM) dari Sinar Mas Cepsa, Tzu Chi Sinar Mas, dan ADM, dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Dumai memperkuat layanan Posyandu. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama para pihak dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, yang diwakili oleh Mita Apriyanti, Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga (Asdep KGPK) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Mita mengatakan penurunan prevalensi stunting secara nasional dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada 2024 merupakan capaian yang patut diapresiasi, meski tantangan yang dihadapi masih membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak.

"Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga berkaitan dengan kualitas pengasuhan, akses sanitasi, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan intervensi kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak," ujarnya.

Mita berharap praktik kolaborasi yang dilakukan di Dumai dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin memperkuat pencegahan stunting melalui kemitraan lintas sektor.

Pembekalan tersebut menjadi semakin relevan lantaran stunting masih menjadi tantangan di Kota Dumai. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di kota ini tercatat sebesar 16,9 persen. Meski angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional, hal ini tetap menunjukkan perlunya komitmen jangka panjang dan kolaborasi berkelanjutan untuk mendorong kemajuan lebih lanjut.

Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah implementasi enam SPM di Posyandu. Melalui materi tersebut, para kader memperkuat pemahaman mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan, mulai dari edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, hingga pendampingan kepada warga sesuai kebutuhan di lapangan. Pembekalan tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan para kader, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mereka dalam mendampingi masyarakat melalui berbagai layanan Posyandu.

Widyawati, salah satu kader Posyandu Sejahtera di Kelurahan Sungai Geniot, mengatakan pelatihan ini bukan sekadar menambah materi baru, tetapi juga memperkaya cara mereka mendampingi masyarakat dalam kegiatan posyandu sehari-hari.
"Melalui pelatihan ini saya lebih memahami penerapan enam Standar Pelayanan Minimal di Posyandu. Kami juga bertukar pengalaman dengan kader dari wilayah lain sehingga mendapat banyak pembelajaran baru," ujar dia.

Dalam kesehariannya, Widyawati bersama kader lainnya tidak hanya melakukan penimbangan dan pengukuran balita. Mereka juga menyiapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), mengantarkannya kepada anak yang mengalami stunting, hingga memastikan makanan tersebut benar-benar dikonsumsi.

Senada, Fahmi Rizal, Sekretaris Daerah Kota Dumai, mengatakan kader posyandu berperan penting dalam mendampingi masyarakat sehingga perlu terus memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru.

"Kader posyandu perlu terus diperkuat agar dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Semoga kolaborasi ini juga dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan stunting," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Dumai dan perwakilan Sekretariat Wakil Presiden RI menandatangani Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Kota Dumai sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting
Komitmen tersebut turut ditegaskan melalui penandatanganan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Kota Dumai oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai bersama perwakilan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut tidak berhenti di ruang pelatihan. Bersama Pemerintah Kota Dumai dan Tzu Chi Sinar Mas, tim Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia meninjau Posyandu Sejahtera Buluh Hala di Kelurahan Sungai Geniot, Unit Pelayanan Terpadu Ibu dan Anak di Puskesmas Sungai Sembilan, serta Puskesmas Pembantu (Pustu) Laksamana.

Seluruh pihak berdialog dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, hingga lansia untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memahami berbagai peluang dan tantangan dalam upaya pencegahan stunting, guna memastikan inisiatif tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Paulus Tumanggor, General Manager PT Ivo Mas Tunggal, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program kesehatan masyarakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

"Kami mengapresiasi dukungan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Kota Dumai, ADM, Tzu Chi Sinar Mas, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam inisiatif ini. Sinergi seperti inilah yang memungkinkan berbagai upaya di lapangan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Dumai," ujarnya.

Sebanyak 176 kader Posyandu dari Kecamatan Sungai Sembilan dan Dumai Kota mengikuti pelatihan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat

Melalui penguatan kapasitas kader Posyandu, penandatanganan komitmen bersama, dan peninjauan langsung terhadap layanan kesehatan di tingkat masyarakat, kolaborasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat upaya pencegahan stunting di Kota Dumai. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, serta masyarakat menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan bagi ibu, anak, dan keluarga.

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektare, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,8% rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100% hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,0 miliar per 31 Maret 2026. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56%. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.

(Rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.Penyegaran Birokrasi Dimulai, Agung Nugroho Lantik 16 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Pekanbaru
ilustrasi.Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa yang Akan Angkat Trofi?
Koordinator TRC RPK PT Arara Abadi-APP Group, M Sutrisno (kanan) bersama FOMHead PT Arara Abadi-APP Group, Richard Sudinardo Sihombing.(foto: barkah/halloriau.com)Impian Bisa Naik Helikopter Bawa Sutrisno Berkali-kali Bertaruh Nyawa jadi Garda Terdepan Pemadam Karhutla
Bupati Pelalawan, Zukri saat membuka TMMD ke-129 di Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)TMMD ke-129 Resmi Dibuka di Pelalawan, Jalan, Jembatan dan RTLH Jadi Prioritas
Travel Umrah Detofa mulai bayarkan refund jemaah usai dipolisikan.(foto: mimi/halloriau.com)Travel Umroh Detofa Janjikan Refund Selesai Maksimal 5 Bulan Usai Dipolisikan Jemaah
  ist.Mitsubishi Siapkan Kejutan Besar, Dua Model Baru Resmi Melantai Hari Ini
ilustrasi.Fantastis! Ekspor Sawit Riau Melonjak 13,54 Persen, Kuasai Lebih dari Separuh Ekspor Nonmigas
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra SH di RT 03 RW 03, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki.(foto: mimi/halloriau.com)Reses Perdana Aidhil Nur Putra Diserbu Aspirasi Warga Payung Sekaki, Bansos Jadi Sorotan
Kajari Rohil sambangi Lapas baru Ujung Tanjung.(foto: afrizal/halloriau.com)Kunjungi Lapas Baru Bagansiapiapi, Kajari Rohil Tekankan Pembinaan Warga Binaan
Bupati Siak, Afni panen buah melon hasil tanam petani Dayun.(foto: rri.co.id)Inovasi Petani Siak Ubah Lahan Gambut Jadi Sentra Hortikultura Produktif
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved