PEKANBARU - Fraksi Golkar DPRD Riau membuka ruang fraksinya bagi masyarakat dan organisasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Langkah tersebut ditegaskan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, Imustiar, saat menerima pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru.
Pertemuan yang berlangsung di ruang Fraksi Golkar DPRD Riau itu tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi mahasiswa, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di Provinsi Riau.
Imustiar mengatakan, keterbukaan ruang komunikasi dengan masyarakat penting agar persoalan yang berkembang di tengah publik dapat disampaikan langsung kepada DPRD.
"Kita menerima aspirasi adik-adik pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru," ujar Imustiar, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, keberadaan ruang fraksi seharusnya tidak sebatas digunakan untuk kepentingan internal anggota DPRD.
Ruang tersebut juga dapat menjadi tempat masyarakat berdialog, menyampaikan persoalan, sekaligus memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
"Kita juga berdiskusi berbagai hal tentang kebutuhan adik-adik mahasiswa di Riau," katanya.
Imustiar menilai budaya dialog antara wakil rakyat dan masyarakat perlu terus diperkuat. Terlebih, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyuarakan berbagai persoalan publik dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Karena itu, ia mendorong ruang Fraksi Golkar DPRD Riau dapat dimanfaatkan lebih luas oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan.
"Kita menginginkan ruang Fraksi Golkar ini sebagai wadah menampung aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk juga organisasi mahasiswa seperti hari ini," jelasnya.
Namun, keterbukaan ruang aspirasi pada akhirnya perlu diikuti dengan tindak lanjut yang terukur.
Penyampaian aspirasi tidak akan banyak berarti apabila berhenti pada forum diskusi tanpa ada pembahasan lebih lanjut, penyampaian kepada pihak terkait, maupun pengawasan terhadap realisasi kebijakan.
Imustiar mengatakan, forum dialog perlu terus dihidupkan untuk membahas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
"Kita ingin hidupkan budaya diskusi dalam berbagai hal tentang kepentingan masyarakat banyak," pungkasnya.