PEKANBARU — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Riau. Kondisi tersebut membuat Anggota Komisi IV DPRD Riau, Syamsuri Daris, mempertanyakan penyebab kelangkaan yang hingga kini belum juga teratasi.
Padahal, DPRD Riau menerima informasi adanya penambahan kuota BBM bersubsidi untuk wilayah Riau. Namun, di lapangan masyarakat masih kesulitan mendapatkan solar.
Syamsuri mengatakan, persoalan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan sejumlah tokoh masyarakat kepada Komisi IV DPRD Riau. Menindaklanjuti keluhan itu, DPRD Riau berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari tahu penyebab kelangkaan sekaligus mencari solusi.
"Kemarin ada beberapa tokoh masyarakat datang ke Komisi menyampaikan keluhan itu. Jadi kita sambut dan dalam waktu dekat akan mengundang pihak-pihak yang berkaitan,"ujar Syamsuri Daris Kamis (17/9/2026).
Menurut Syamsuri, persoalan kelangkaan solar perlu segera ditelusuri karena telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan penghasilan masyarakat.
Ia juga menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan besar mengingat Riau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak. Namun, masyarakat di daerah tersebut justru masih menghadapi kesulitan memperoleh BBM jenis solar.
"Kelangkaan minyak khususnya solar ini luar biasa. Keluhan masyarakat sangat banyak karena mengganggu aktivitas dan penghasilan mereka," ujarnya.
Komisi IV DPRD Riau, lanjut Syamsuri, akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak terkait. Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu pihak yang akan dimintai penjelasan mengenai persoalan tersebut.
DPRD Riau juga masih melakukan pendataan terhadap pihak lain yang berkaitan dengan distribusi BBM, termasuk kemungkinan melibatkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Kalau memang dibutuhkan, kita coba panggil juga supaya ini bisa clear, tidak mengambang. Karena ini sudah menjadi keresahan yang bukan sehari dua hari, tetapi sudah berbulan-bulan," katanya.
Syamsuri berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap keluhan masyarakat. Menurutnya, persoalan distribusi solar harus segera ditemukan akar masalahnya agar tidak terus menimbulkan keresahan.
"Kita ingin melihat sebetulnya di mana titik permasalahannya agar bisa kita cari solusinya. Kami berharap pemerintah lebih konsen mendengarkan aspirasi masyarakat karena dampaknya luar biasa," ujarnya.