PEKANBARU - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2027 berpotensi mengalami peningkatan signifikan. Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menyebut proyeksi APBD yang sebelumnya berada di kisaran Rp8,3 triliun masih berpeluang meningkat hingga menembus angka Rp10 triliun.
Optimisme tersebut disampaikan Kaderismanto usai mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rangka pendalaman potensi pendapatan daerah sebagai dasar penyusunan APBD Riau 2027, Selasa (1/9/2026) malam.
Sebelum rapat bersama TAPD, Banggar DPRD Riau juga menggelar pertemuan dengan komisi-komisi untuk mendengarkan laporan hasil pendalaman masing-masing komisi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja.
Menurut Kaderismanto, pembahasan tersebut penting untuk mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai potensi pendapatan sekaligus realisasi penerimaan daerah. Dari hasil pendalaman, DPRD melihat sejumlah sektor menunjukkan tren peningkatan.
"Tren pendapatan kita memang ada di beberapa item, ada di beberapa hal yang mengalami peningkatan. Ini tentu menjadi berita gembira bagi kita sehingga perlu kita kawal dan dorong," ujar Kaderismanto.
Ia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau sebagai salah satu ujung tombak penerimaan daerah untuk lebih maksimal menggali berbagai sumber pendapatan yang masih memiliki potensi.
Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah menjadi penting untuk memperkuat kemampuan fiskal pemerintah provinsi. Dengan ruang fiskal yang lebih besar, pemerintah memiliki kemampuan lebih baik dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah sektor menjadi perhatian DPRD Riau, di antaranya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kaderismanto menilai optimalisasi pemungutan dari kedua sektor tersebut perlu terus dilakukan sehingga potensi penerimaan yang ada tidak terlewatkan.
Terkait proyeksi APBD Riau 2027 yang sebelumnya berada di kisaran Rp8,3 triliun, Kaderismanto menilai angka tersebut belum final. Ia melihat peluang peningkatan masih terbuka apabila tren pertumbuhan pendapatan dari sejumlah sektor dapat dipertahankan.
"Saya kira trennya itu mungkin bisa di atas itu karena tren yang saya lihat dari beberapa sektor itu naik. Ini keyakinan kita, keyakinan Banggar dan keyakinan TAPD," ujarnya.
Kaderismanto menjelaskan, proyeksi APBD hingga Rp10 triliun masih dalam tahap pembahasan dan penyaringan. Salah satu sumber penerimaan yang tengah menjadi perhatian adalah PBBKB.
Meski demikian, ia mengingatkan agar perhitungan penerimaan dari sektor tersebut dilakukan secara cermat, termasuk mempertimbangkan skema pembagian pendapatan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota.
Di sisi lain, Kaderismanto menegaskan peningkatan pendapatan harus berjalan beriringan dengan pengelolaan belanja yang seimbang. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh berujung pada terpangkasnya program pembangunan maupun kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
"Kita ingin ada keseimbangan. Ada misi-misi gubernur yang bisa berjalan karena itu juga janji politik gubernur dengan rakyat dan berimbang dengan aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD melalui reses dan forum-forum lainnya," ujarnya.
Dengan masih berlangsungnya pembahasan bersama TAPD, DPRD Riau akan terus mendalami berbagai potensi penerimaan sebelum angka final APBD 2027 ditetapkan.