www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


"Harta Karun" Riau yang Mangkrak: DPRD Ungkap Biang Kerok Defisit APBD 2026
Selasa, 01 September 2026 - 22:02:42 WIB
DPRD Riau sentil Pemprov soal aset daerah yang tak bertuan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
DPRD Riau sentil Pemprov soal aset daerah yang tak bertuan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Di tengah kondisi defisit fiskal yang melanda, sebuah ironi terungkap di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau.

Aset-aset bernilai tinggi yang seharusnya menjadi "harta karun" penopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) justru terbengkalai akibat lemahnya sistem pendataan pemerintah.

Fakta ini mencuat ke publik setelah Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau pada Selasa (1/9/2026).

Dalam evaluasi tersebut, terungkap bahwa Pemprov Riau belum memiliki cetak biru atau data komprehensif terkait lokasi dan potensi ekonomi dari seluruh aset miliknya.

Padahal, optimalisasi aset menganggur (idle asset) adalah strategi krusial untuk memperkuat struktur fiskal daerah yang sedang limbung.

Kritik tajam diarahkan pada kinerja aparatur yang dinilai lamban dalam memetakan potensi sumber pendapatan baru.

Banyak aset berupa bangunan dan lahan dibiarkan mangkrak tanpa memberikan imbal hasil (return) bagi daerah.

"Saya sudah panggil BPKAD dan Bapenda, ternyata sampai sekarang belum jelas aset pemerintah di mana saja yang bisa dimanfaatkan untuk potensi peningkatan APBD Riau di tengah kondisi defisit fiskal ini," tegas Eva Yuliana.

Lebih lanjut, Eva mengingatkan bahwa seluruh aset tersebut dibiayai menggunakan uang rakyat.

Pembiaran ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berisiko memperpanjang daftar catatan minor dalam audit tahunan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Seharusnya pemerintah bekerja dengan baik mengejar potensi yang selama ini belum terkelola dengan baik, terutama aset yang banyak terbengkalai dan tidak termanfaatkan dengan baik. Jadi kami meminta pemerintah serius kelola aset ini, karena membangunnya pakai uang rakyat," tambahnya.

Selain aset di dalam provinsi, ketidakjelasan nasib aset Pemprov Riau yang berada di luar daerah, seperti di Batam, juga menjadi sorotan utama.

Hingga kini, kontribusi aset-aset eksternal tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipertanyakan transparansinya.

"Kita punya aset yang banyak, termasuk aset pemerintah provinsi di Batam yang sampai sekarang tidak jelas masa depannya dan pendapatan untuk daerah," tuturnya.

"Sampai kapan seperti ini? Bagaimana kita mengejar dan menggenjot APBD kita lebih besar lagi kalau pemerintah tidak serius?" cecar politisi tersebut.

Ke depannya, Komisi III DPRD Riau memberikan ultimatum agar pembenahan administrasi dan penertiban aset segera dituntaskan.

Aset daerah didorong agar tidak sekadar tercatat mati dalam neraca keuangan, melainkan harus bertransformasi menjadi aset produktif yang mengalirkan pundi-pundi rupiah secara nyata bagi kelangsungan pembangunan Riau.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved