PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Riau mulai mengganggu kualitas udara di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru, Munawar Syahputra, S.H.
Munawar yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPRD Riau mengaku prihatin dengan Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Pelalawan, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu) dan wilayah lainnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena dampak asap mulai terasa di Kota Pekanbaru. Bahkan, kualitas udara pada Selasa (18/8/2026) sempat berada dalam kategori berbahaya atau tidak sehat.
"Beberapa hari ini kita lihat kondisi kabut asap makin parah di Pekanbaru terutama di pagi hari. Kondisi ini kita khawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat, anak-anak atau pelajar yang melakukan aktivitas di luar rumah," ujar Munawar, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker sebagai upaya perlindungan dari paparan asap.
"Warga Pekanbaru harus lebih waspada karena kabut asap dapat berdampak kepada kesehatan. Lebih baik mengurangi aktivitas di luar rumah pada saat kualitas udara sedang memburuk. Kalaupun harus keluar rumah, kenakanlah masker," ujar Munawar.
Selain meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Munawar juga mengingatkan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya, ancaman tersebut perlu mendapat perhatian karena kebakaran masih terjadi di beberapa wilayah Riau.
"Gencarkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pada kelompok rentan," ujarnya lagi.
Munawar juga mendesak pemerintah memperkuat upaya penanganan dan pencegahan karhutla agar kabut asap tidak semakin meluas dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
"Kita berharap kabut asap tidak semakin parah," katanya.
Ketua DPD Partai Nasdem Pekanbaru itu turut mengingatkan masyarakat dan perusahaan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
"Kita imbau masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang bisa memicu terjadinya kebakaran lahan," pungkas Munawar.
Untuk Pekanbaru, sejumlah wilayah selama ini dikenal rawan terjadi karhutla, di antaranya Kecamatan Kulim, Tenayan Raya, Payung Sekaki dan kawasan sekitarnya.
Munawar berharap kewaspadaan masyarakat dan respons cepat pemerintah dapat mencegah karhutla semakin meluas. Menurutnya, penanganan kabut asap membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan tetap terjaga.