PEKANBARU – Pemadaman listrik massal (blackout) yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Riau, mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Riau Ahmad Tarmizi. Ia meminta PT PLN (Persero) melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Menurut Tarmizi, gangguan kelistrikan berskala besar tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional berbagai fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan layanan publik lainnya.
"Kami meminta Direktur Utama PLN melakukan evaluasi terhadap pemadaman listrik yang terjadi kemarin. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang dan menimbulkan dampak besar terhadap rumah sakit maupun fasilitas krusial lainnya," ujar Tarmizi, Senin (1/6/2026).
Diketahui, gangguan listrik berskala besar terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam dan menyebabkan pasokan listrik di sejumlah provinsi di Sumatera mengalami pemadaman total.
PT PLN (Persero) sebelumnya menjelaskan bahwa blackout tersebut dipicu gangguan pada sistem transmisi listrik yang berdampak luas terhadap jaringan kelistrikan di Pulau Sumatera.
Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan, mengatakan gangguan berasal dari transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Menurutnya, gangguan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang memengaruhi sistem kelistrikan.
"Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei," ujar Komang saat itu.
PLN, lanjutnya, segera melakukan langkah penanganan dan percepatan pemulihan sistem pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di daerah terdampak dapat kembali normal.
Melalui evaluasi menyeluruh yang diminta DPRD Riau, diharapkan keandalan sistem kelistrikan dapat semakin ditingkatkan sehingga gangguan serupa tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat maupun layanan publik di masa mendatang.(*)