PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau menggelar silahturahmi sekaligus diskusi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Riau, kolaborasi yang mungkin nanti akan dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam pertemuan tersebut, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, Ahmad Tarmidzi, Ketua Komisi III Edi Basri serta anggota DPRD Riau lainnya. Kapolda Riau, Herry Heryawan dan Wakapolda, Hengky Haryadi beserta jajarannya.
DPRD Riau menyoroti masih besarnya potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara maksimal. Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan menekankan pentingnya kolaborasi bersama dengan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti pajak-pajak yang belum tersentuh.
Sejumlah potensi dalam upaya optimalisasi penerimaan pendapatan daerah seperti sektor pajak kendaraan bermotor dan pajak permukaan air tanah dan juga pajak lainnya.
"Banyak pendapatan daerah kita yang belum bisa kita ambil ataupun kita dapati. Karena banyaknya hal-hal yang diluar kemampuan kita sebagai sipil," tutur Parisman.
Selain itu, DPRD Riau juga menyinggung mengenai penertiban kendaraan bermotor dan usaha seperti Over Dimension Overload (ODOL) serta kendaraan yang beroperasi memakai plat asing atau non-BM.
"Dan juga odol-odol yang beroperasi di Riau yang non-BM, kami minta dukungan yang mungkin nanti akan dibentuk Pokja," singgungnya.
Harapannya tutur Parisman, melalui Pokja ini dapat memperlancar proses pemungutan pajak sehingga target PAD dapat tercapai.
Sementara itu, Kapolda Riau, Herry Heryawan juga menyampaikan harapannya terkait dengan penguatan aspek ekologi atau penghijauan agar DPRD Riau dapat segera membentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), melalui penanaman pohon sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Riau.