PEKANBARU – Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di tengah sejumlah perbaikan infrastruktur yang mulai dirasakan masyarakat.
Warga Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, kini menaruh harapan pada penyelesaian pekerjaan aliran air di kawasan Jembatan Labersa serta rencana pembangunan parit gajah sepanjang 1.600 meter.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, saat menggelar reses di RT 3 RW 3, Kelurahan Simpang Tiga, Sabtu (7/11/2026).
Bagi warga, persoalan drainase bukan sekadar pembangunan infrastruktur pelengkap.
Keberadaan saluran air yang memadai menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Unggas ketika hujan turun.
Masyarakat berharap pengerjaan aliran air di Jembatan Labersa segera dituntaskan. Begitu juga rencana pembangunan parit gajah sepanjang 1.600 meter yang diharapkan mampu memperbaiki sistem pembuangan air di kawasan tersebut.
Aspirasi ini menjadi catatan penting dalam pertemuan antara masyarakat dan wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 4 Bukit Raya-Sail itu.
Sebab, keberhasilan pembangunan jalan dan program pelayanan publik belum sepenuhnya menjawab persoalan lingkungan yang masih dihadapi warga.
Meski demikian, sejumlah masyarakat mengakui adanya perubahan positif dari program Pemko Pekanbaru, khususnya dalam perbaikan jalan, bantuan pendidikan, hingga insentif bagi kader Posyandu.
Salah seorang warga, Ika Rahayu mengatakan, perbaikan infrastruktur yang sebelumnya diusulkan masyarakat kini mulai memberikan manfaat secara langsung.
"Kalau sekarang saya merasakan dampak baiknya, terutama jalanan biasanya tidak tersentuh, sekarang sudah mulus dan banjir berkurang," ungkap Ika.
"Sekolah tidak dibebankan baju seragam lagi yang sekarang dapat bantuan dari Pemko Pekanbaru," sambungnya.
Ia juga mengapresiasi kelancaran pembayaran insentif kader Posyandu yang selama ini menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
"Kader Posyandu insentif sudah lancar yang biasanya bekerja sosial. Ada beberapa bantuan lagi yang telah dirasakan, pokoknya the best-lah," tambahnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Tengku Azwendi Fajri menyebut sejumlah program yang telah dirasakan masyarakat merupakan bagian dari tindak lanjut atas aspirasi dan keluhan warga.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus membuka ruang komunikasi agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan di lapangan.
"Apa-apa yang telah bapak ibu rasakan itu semuanya dikerjakan berdasarkan keluhan, aspirasi, keinginan dari bapak ibu semua. Agar persoalan yang bapak ibu rasakan dapat teratasi," kata Azwendi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan panggilan darurat 112 yang disediakan Pemko Pekanbaru.
Layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.
"Pemko Pekanbaru meluncurkan laporan pengaduan yang siaga 24 jam, bapak ibu boleh melaporkan kejadian terkait apa saja yang nantinya akan ditindaklanjut petugas," jelasnya.
Azwendi menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam agenda reses tersebut akan diteruskan kepada pemerintah kota agar mendapat perhatian dan tindak lanjut.
"Maka kita harus mendukung Pemko Pekanbaru dalam menyukseskan program-program yang pro masyarakat. Aspirasi yang bapak ibu sampaikan hari akan kita teruskan untuk segera direalisasikan," pungkasnya.