PEKANBARU - Ketidakakuratan data desil penerima bantuan sosial dan persoalan banjir menjadi dua keluhan utama warga RW 09, Jalan Hangtuah 1, Kelurahan Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota, saat berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, Kamis (5/11/2026).
Warga menilai masih banyak keluarga kurang mampu yang tidak terakomodasi dalam program bantuan pemerintah akibat klasifikasi desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
Sementara itu, persoalan banjir juga belum menemukan penyelesaian, terutama ketika hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru.
Ketua RW 09, Ilham Hadi mengatakan, ketidaksesuaian data tersebut membuat sejumlah warga yang membutuhkan justru kehilangan akses terhadap bantuan sosial.
"Warga Kelurahan Sumahilang Kecamatan Pekanbaru Kota ini banyak mengeluh, mereka memiliki desil yang tinggi sehingga banyak warga tidak dapat bantuan pemerintah," ucap Ilham.
"Padahal kondisinya di lapangan, malah banyak warga kami yang tidak mampu. Kami juga bingung, harus menjadi dan melapor ke siapa ini," sambungnya.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan evaluasi dan pendataan ulang agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
Selain masalah bantuan sosial, warga Jalan Hangtuah 1 juga mengkhawatirkan kapasitas drainase yang dinilai tidak mampu menampung limpahan air hujan dari kawasan Jalan Sudirman.
Kondisi itu membuat kawasan permukiman berpotensi kembali terdampak banjir setiap kali intensitas hujan meningkat.
Menanggapi keluhan tersebut, Tengku Azwendi Fajri menyebut persoalan ketidaktepatan data desil bukan hanya terjadi di Sumahilang.
Berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah kecamatan, persoalan serupa juga banyak disampaikan masyarakat.
"Saya udah berkeliling ke Kecamatan Sail, Senapelan, Pekanbaru Kota dan Bukit Raya, yang paling banyak disampaikan warga yakni persoalan desil ini. Namun bapak dan ibu jangan cemas, ini akan kita bereskan," katanya.
Azwendi menyatakan akan mendorong koordinasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Dinsos dan Pemko Pekanbaru untuk memvalidasi kembali data desil masyarakat.
Ia juga meminta perangkat RT dan RW lebih aktif memperbarui data warga, terutama menyangkut kondisi sosial ekonomi keluarga yang berhak menerima bantuan.
Terkait banjir, Azwendi berjanji menyampaikan persoalan drainase di kawasan Jalan Hangtuah 1 kepada Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, serta mengoordinasikannya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Kalau masalah banjir, kita akan koordinasikan dengan OPD terkait dan segera dilaporkan ke Pak Walikota," ujarnya.
### Warga Akui Perubahan Infrastruktur dan Pelayanan Kota
Di tengah dua persoalan tersebut, warga juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah perubahan selama kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Perbaikan jalan, pengangkutan sampah melalui Lembaga Pengelola Sampah (LPS), serta program seragam sekolah gratis dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Eva, salah seorang warga, mengatakan program seragam gratis membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
"Alhamdulillah saat ini yang paling terasa selama kepemimpinan Pak Agung adalah jalan mulus dan licin, sampah sudah bersih, dan program seragam gratis yang pastinya sangat membantu kami masyarakat kecil," tukasnya.