PEKANBARU - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat sebanyak 35.910 kasus ISPA di 12 kabupaten/kota di Riau. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 10.020 kasus. Disusul Kabupaten Kampar dengan 4.830 kasus dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 4.382 kasus.
Menyikapi kondisi tingginya angka ISPA tersebut, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Lindawati, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru memperkuat perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat menyusul tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi udara buruk akibat kabut asap.
Lindawati menilai tingginya angka tersebut harus menjadi peringatan bagi Pemko Pekanbaru untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta Dinkes aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat dan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) siap menangani warga yang terdampak.
"Ini warning. Dinas kesehatan harus aktif bergerak memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga harus diperkuat. Jangan sampai ada korban jiwa," kata Lindawati, Jumat (23/10/2026).
Ia juga meminta Pemko Pekanbaru memastikan bantuan dan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa penanganan hingga pemulihan. Terlebih, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas, membutuhkan penanganan cepat di tengah kondisi udara yang buruk.
"Penguatan ini diperlukan agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas dan lainnya, tetap mendapatkan penanganan di tengah kondisi udara buruk yang masih melanda Pekanbaru," ujarnya.
Srikandi NasDem ini juga turut menyoroti perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan. Menurutnya, mereka harus mendapat perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Ia meminta Pemko memastikan anak-anak tetap memperoleh layanan kesehatan yang memadai, termasuk bagi siswa yang masih mengikuti pembelajaran tatap muka.
"Anak-anak dan kelompok rentan harus menjadi prioritas. Apalagi, anak-anak yang masih bersekolah tatap muka harus menjadi perhatian. Pemberian vitamin dan upaya menjaga kesehatan mereka juga perlu diperhatikan," tegasnya.
Selain itu, Komisi III DPRD Pekanbaru mendorong penyediaan peralatan medis yang memadai di fasilitas kesehatan. Dinkes juga diminta melakukan pelayanan jemput bola ke permukiman warga agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan.
"Jangan sampai ada korban jiwa gara-gara ISPA. Pastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak berjalan maksimal dan tidak ada hambatan," tutup Lindawati.