www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Banjir Sungai Rokan Putus Akses Sontang–Duri, Rp2,1 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Masih Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Tatap Muka Dievaluasi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:50:44 WIB
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru didesak segera mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah menyusul kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap, Selasa (13/10/2026).

Keselamatan pelajar dinilai harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.

Terlebih, sejumlah siswa dilaporkan dipulangkan lebih awal karena kondisi udara yang memburuk.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menentukan skema pembelajaran yang sesuai dengan kondisi terkini.

"Memang dilema kondisi kabut asap yang cukup tebal beberapa hari ini. Pastinya berdampak pada aktivitas belajar siswa. Buktinya, hingga Selasa siang tadi, sejumlah pelajar terpaksa dipulangkan lebih awal, akibat kondisi udara yang tidak sehat," ujar Syamsul.

Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan Pekanbaru, termasuk Rumbai dan Panam.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap paparan polusi, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Syamsul memahami, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung terlalu lama berpotensi menghambat penyampaian materi dan pencapaian belajar siswa.

Namun, ia menegaskan, persoalan kesehatan tidak boleh dikesampingkan demi mempertahankan pembelajaran tatap muka.

"Di sisi lain, kita sepakat kesehatan anak-anak tetap harus prioritas, di tengah kondisi kualitas udara yang belum membaik sampai hari ini," katanya.

Ia meminta Pemko Pekanbaru mempertimbangkan seluruh pilihan, mulai dari penyesuaian kegiatan belajar, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga penerapan kembali pembelajaran daring jika kualitas udara belum memenuhi kondisi aman.

"Kita minta Pemko bijak untuk ini," tegasnya.

Urgensi perlindungan kesehatan masyarakat turut terlihat dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru hingga 10 Oktober.

Lebih dari 11.000 warga tercatat mengalami gangguan kesehatan, dengan lebih dari 9.000 kasus di antaranya berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Angka tersebut menjadi peringatan bahwa dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan beraktivitas, tetapi juga berpotensi membebani kesehatan masyarakat.

Pemko Pekanbaru perlu memastikan keputusan terkait sekolah didasarkan pada pemantauan kualitas udara yang terukur, disertai koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dan penyampaian informasi yang jelas kepada orang tua.

Tanpa kebijakan yang konsisten dan responsif terhadap perubahan kualitas udara, siswa berisiko terus terpapar polusi, sementara ketidakpastian pembelajaran dapat mengganggu kegiatan pendidikan.

Karena itu, evaluasi PTM perlu dilakukan secara berkala dengan mengutamakan keselamatan siswa, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses belajar mengajar.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Jalan Sontang-Duri rusak pasca banjir.(foto: int)Banjir Sungai Rokan Putus Akses Sontang–Duri, Rp2,1 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan
Tim BBKSDA Riau datangi lokasi temuan jejak harimau sumatera di Jalan Lingkar Bangkinang, Kampar.(foto: mcr)Warga Bangkinang Waspada! Jejak Harimau Sumatera di Kawasan Jalan Lingkar Bangkinang
GR Yaris Rally2 menggila di Semarang.(foto: istimewa)Ryan Nirwan Tak Terkalahkan! TGRI Sapu Bersih Juara RC2 Sprint Rally 2026
DLH Rohil gelar rakor kejar Adipura 2026.(foto: afrizal/halloriau.com)Adipura 2026 Segera Dinilai, DLH Rohil Fokus Benahi 32 Titik Pantau
7 daerah di Riau masuk peta rawan penyelundupan narkoba.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Narkoba dari Malaysia Jadi Ancaman, Polda Riau Petakan 7 Wilayah Pesisir
  Antrean solar di Riau mulai terurai.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Antrean Solar Tinggal 3-5 Mobil, DPRD Riau Minta Pengawasan SPBU Diperketat
PWI Pelalawan buka pendaftaran bakal calon ketua hingga 6 November 2026.(foto: andi/halloriau.com)PWI Pelalawan Buka Bursa Calon Ketua, UKW Madya Jadi Syarat Wajib
ist.Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-arakan LAM Riau 
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)196 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Dumai Catat Titik Panas Terbanyak di Riau Sore Ini
Progres Jalan Simpang MTQ Pekanbaru hampir rampung.(foto: tribunpekanbaru.com)Simpang MTQ Pekanbaru Masih Dibenahi, Ini Fasilitas yang Belum Rampung
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved