PEKANBARU – Kabut asap tebal kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (13/10/2026) pagi. Kondisi ini membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan terbatas dan mendorong warga, termasuk para pelajar, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan pantauan pada pukul 06.20 hingga 08.00 WIB, kabut tebal terlihat menyelimuti sejumlah ruas jalan, mulai dari Jalan Delima, Jalan HR Soebrantas, Jalan Adi Sucipto, Jalan Kartama, hingga Jalan Soekarno-Hatta.
Kabut yang menyelimuti kawasan tersebut tampak bercampur dengan embun. Sejumlah orangtua yang mengantar anak-anaknya ke sekolah terlihat mengenakan masker untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik.
Para pelajar yang berangkat sekolah juga tampak menggunakan masker. Sebagian di antaranya bahkan mengenakan pelindung mata saat melintasi kawasan yang diselimuti kabut tebal.
Berdasarkan informasi BMKG Pekanbaru, fenomena yang terjadi pada Selasa pagi tersebut merupakan kabut yang bercampur dengan embun, dengan jarak pandang diperkirakan berkisar 100 hingga 500 meter.
Kondisi kabut diperkirakan berangsur berkurang apabila sinar matahari mulai muncul. Namun, hingga mendekati pukul 08.00 WIB, sinar matahari belum terlihat jelas dan langit Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut bercampur awan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Pekanbaru. Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Abu Bakar SPd, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kabut asap yang menyelimuti kota dalam beberapa hari terakhir.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, agar tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, termasuk saat berangkat ke sekolah. Tidak ada tawar menawar," tegasnya.
Menurut Abu Bakar, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan karena kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Pekanbaru telah mencapai lebih dari 7.000 kasus selama periode kabut asap.
Karena itu, ia meminta masyarakat menjaga kesehatan dan mengurangi paparan kabut asap, terutama bagi kelompok rentan yang lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan.
Abu Bakar juga meminta pihak sekolah memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, khususnya aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.
"Sekolah jangan dulu menggelar kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru," sarannya.
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Kabut tebal yang kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap dampak pencemaran udara. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan, serta pemantauan kondisi kesehatan perlu menjadi perhatian selama kabut asap masih terjadi.