PEKANBARU - Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi musim penghujan diantaranya mengantisipasi potensi terjadinya pohon tumbang.
Keberadaan pohon-pohon besar di sejumlah ruas jalan Pekanbaru yang berpotensi tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.
Ia menyebut kondisi tersebut perlu diantisipasi karena pohon yang tumbang dapat membahayakan pengguna jalan, rumah warga hingga jaringan listrik.
"Untuk menumbuhkan satu pohon itu perlu waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Karena itu, jangan sembarangan menebang pohon," ungkap Rois, Selasa (6/10/2026).
Menurut Rois, apabila terdapat pohon yang sudah membahayakan karena kondisinya rapuh, mengganggu kabel listrik atau berpotensi tumbang, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada instansi terkait.
Di sisi lain, pemerintah juga diminta melakukan peremajaan pohon secara terencana. Jika pohon harus ditebang karena pembangunan atau pelebaran jalan, menurutnya harus ada kompensasi berupa penanaman pohon baru di lokasi lain.
"Kalau satu pohon ditebang, kompensasinya jangan hanya satu. Bisa ditanam 20 pohon lagi di tempat berbeda. Yang penting jumlah populasi tanaman tetap terjaga dan bahkan bertambah," sebutnya.
Rois juga meminta pemerintah melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon yang sudah tua atau berpotensi mengganggu infrastruktur.
Menurutnya, tidak semua jenis pohon memiliki karakteristik akar yang sama. Ada jenis pohon yang akarnya dapat merusak badan jalan hingga menyebabkan permukaan aspal terangkat.
"Kalau memang ada jenis pohon yang akarnya mengganggu aspal, saya pikir perlu segera diremajakan. Tetapi pohon penggantinya jangan hanya satu karena pohon baru membutuhkan waktu untuk tumbuh besar," pungkasnya.