www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
12 Hotspot Terdeteksi di Riau, Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pekanbaru Mulai Diselimuti Kabut Asap, DPRD: Ini Bukan Kado Kemerdekaan untuk Warga
Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00:21 WIB
Kabut asap mulai selimuti Kota Pekanbaru.(ilustrasi/int)
Kabut asap mulai selimuti Kota Pekanbaru.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Pekanbaru sepanjang Agustus 2026 mulai menjadi perhatian serius.

Meski tidak selalu terlihat pekat, kualitas udara yang menurun dinilai telah mengganggu aktivitas warga dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Riau, termasuk di sekitar Pekanbaru.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru mencatat luas lahan yang terbakar sepanjang 2026 hingga Agustus telah mencapai 64,8 hektare.

Dampaknya juga mulai tercermin dari jumlah warga yang mendapatkan penanganan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mencatat 376 kasus ISPA telah ditangani selama Agustus 2026.

Ketua DPRD Pekanbaru, M Isa Lahamid mengatakan, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Namun, ia berharap langkah tersebut segera membuahkan hasil sehingga masyarakat Pekanbaru dapat kembali menikmati udara yang lebih bersih.

"Mudah-mudahan bencana kabut asap, khususnya di Kota Pekanbaru segera berakhir. Ini juga sempena HUT Kemerdekaan RI ke-81, kita harapkan sebagai kado terbaik untuk masyarakat, tak ada kabut asap lagi," kata Isa Lahamid, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, keberadaan asap meski relatif tipis tetap tidak boleh dianggap sepele.

Sebab, paparan udara yang buruk dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko lebih besar terhadap kelompok rentan.

Isa menilai kondisi kabut asap yang berlangsung saat ini berpotensi memperbesar jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan apabila tidak segera dikendalikan.

Kelompok seperti anak-anak dan lanjut usia menjadi perhatian karena lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

“Seiring kerja pemerintah dalam pencegahan, agar kabut asap ini segera hilang, masyarakat tentu ingin kembali beraktivitas dengan nyaman dan menghirup udara yang bersih lagi,” ujarnya.

Dengan catatan 376 kasus ISPA selama Agustus, persoalan kualitas udara tidak lagi sebatas isu lingkungan. Kondisi tersebut juga bersinggungan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Selain meminta pemerintah memperkuat pencegahan karhutla, Isa juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Terlebih, kondisi cuaca dan lingkungan yang mendukung munculnya titik api dapat membuat kebakaran dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Menurutnya, penanggulangan kabut asap tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar harus terus diperkuat.

Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

"Ayo kita saling bahu membahu mencegah kebakaran lahan, supaya masyarakat tidak lagi banyak sakit," pungkasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi hotspot di Riau masih belum sirna (foto/int)12 Hotspot Terdeteksi di Riau, Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah
Ilustrasi Dishub Pekanbaru perketat patroli cegah pencurian PJU (foto/int)Panel PJU Jadi Sasaran Pencurian, Dishub Pekanbaru Ajak Warga dalam Pengawasan
Kafilah Riau meraih peringkat kedelapan MTQ Nasional XXXI dengan 35 poin (foto/int)Kafilah Riau Berhasil Raih Peringkat 8 di MTQ Nasional XXXI Semarang
Ilustrasi Hujan berpotensi guyur sejumlah wilayah Riau hari ini (foto/int)Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini, Waspadai Angin Kencang
PJR tangkap terduga pelaku pengeroyokan sopir truk di Tol Pekanbaru-Dumai (foto/int)Sopir Truk Luka Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Berhasil Ditangkap
  Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia (foto/int)Puluhan Pohon Terdampak Pelebaran Jalan, DLHK Pekanbaru Siapkan Penghijauan Kembali
PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai Produksi Sungai Pakning perkuat kontribusi multipihak dalam pencegahan dan penanganan Karhutla (foto/ist)Pertamina Kilang Sungai Pakning Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Aparat
Delapan pelaku cincang truk tronton menjadi besi kiloan dibekuk Polsek Pangkalan Kerinci (foto/klikmx)Truk Tronton Dibawa Kabur Lalu Dicincang, 8 Pelaku Ditangkap Polisi di Riau
Ilustrasi hotspot yang terdeteksi di Riau hanya tiga titik (foto/int)1.685 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Hanya Catat Tiga Titik
Muhammadiyah.Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved