PEKANBARU - Keberhasilan Pemko Pekanbaru meraih Juara II kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch 2 Regional Sumatera mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.
Namun, penghargaan dari Kemendagri itu diserahkan di Batam, Kepri, Rabu (12/8/2026) malam itu, dinilai harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar capaian seremonial.
Selain memperoleh penghargaan, Pemko Pekanbaru juga menerima dukungan berupa program bedah 250 rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penghargaan diserahkan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari kepada Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho dan disaksikan Mendagri, Muhammad Tito Karnavian.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri mengucapkan selamat kepada Pemko Pekanbaru.
Meski demikian, ia mengingatkan, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada masa mendatang.
"Saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada Pemko. Namun, tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan. Sekarang kita peringkat kedua, tentu harapannya ke depan bisa menjadi peringkat pertama," kata Azwendi, Kamis (13/8/2026).
Menurut politikus Partai Demokrat itu, penghargaan akan memiliki nilai lebih apabila mampu mendorong peningkatan kualitas program dan pelayanan publik secara berkelanjutan.
"Penghargaan ini bukan hanya semata-mata kita mendapatkannya, tetapi bagaimana kita bisa meningkatkannya ke depan," ujarnya.
Selain memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih, Azwendi juga menyoroti bantuan dari pemerintah pusat yang menyertai penghargaan tersebut.
Ia menilai dukungan itu sangat berarti di tengah kondisi fiskal daerah, namun penggunaannya harus dilakukan secara akuntabel dan sesuai ketentuan.
"Untuk penghargaan yang diberikan dalam bentuk dana transfer, dalam kondisi keuangan daerah saat ini tentu kita berterima kasih. Tapi saya mau pastikan peruntukan anggarannya tentu ada. Jangan sampai penggunaannya tidak sesuai dengan ketentuan," tegasnya.
Ia berharap seluruh anggaran yang diterima benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.
Azwendi juga menyambut positif bantuan rehabilitasi 250 RTLH yang diberikan pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Itu merupakan program Bapak Presiden. Tentunya dengan senang hati kita terima karena program ini memastikan masyarakat Pekanbaru, khususnya yang kurang mampu, mendapatkan rumah tempat tinggal yang layak," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemko Pekanbaru agar proses penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
"Bagaimana kita mengkolaborasikan ini, bantuan dari pemerintah pusat kita terima dan masyarakat juga betul-betul menerimanya secara tepat. Yang terpenting bagaimana masyarakat Pekanbaru bisa merasakan manfaatnya," katanya.
Lebih lanjut, Azwendi mengingatkan, keberhasilan program perumahan tidak hanya diukur dari pembangunan atau renovasi rumah semata.
Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan tersedianya infrastruktur pendukung agar masyarakat dapat tinggal dengan aman, sehat, dan nyaman.
"Program bantuan ini sangat baik, karena memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan tempat tinggal yang layak," tuturnya.
"Pemko juga harus memastikan selain rumah yang layak huni, infrastruktur lainnya juga tersedia sehingga masyarakat bisa tinggal dengan aman dan nyaman," tutupnya.