PEKANBARU – Program bantuan lima set seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Namun, pelaksanaannya di lapangan diminta dilakukan secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh peserta didik yang berhak.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, T Azwendi Fajri SE MM, menyatakan program yang menyasar siswa dari keluarga kurang mampu tersebut merupakan langkah positif dalam meringankan beban masyarakat di sektor pendidikan.
Meski demikian, ia mengingatkan pihak sekolah agar melakukan pendataan secara akurat dan transparan sehingga bantuan tidak salah sasaran.
"Kita minta pihak sekolah benar-benar mendata murid yang membutuhkan. Harus tepat sasaran dan jangan ada permainan," tegas Azwendi, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, proses verifikasi dapat mengacu pada jalur penerimaan peserta didik. Siswa yang diterima melalui jalur afirmasi dinilai telah memenuhi salah satu indikator sebagai penerima bantuan.
Selain itu, siswa yang lolos melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik, juga dapat memperoleh bantuan dengan tetap melalui proses verifikasi administrasi.
Azwendi menegaskan sekolah harus memastikan seluruh data calon penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya agar bantuan tidak dinikmati oleh keluarga yang mampu.
"Pihak sekolah tetap harus mengecek data siswanya beserta persyaratan administrasinya. Jangan sampai anak dari keluarga mampu justru menerima bantuan. Ini harus diawasi," ujarnya.
Politikus Partai Demokrat tersebut berharap program yang diinisiasi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dapat berjalan sesuai tujuan tanpa adanya penyimpangan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran bantuan.
"Kalau ada temuan di lapangan, silakan laporkan kepada DPRD maupun Dinas Pendidikan," katanya.
Pemko Gratiskan Lima Set Seragam
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa mulai tahun ajaran ini peserta didik dari keluarga kurang mampu tidak lagi dibebani biaya pembelian seragam sekolah.
Melalui program bantuan pendidikan tersebut, setiap siswa yang memenuhi persyaratan akan menerima lima set seragam sekolah lengkap beserta perlengkapan pendukung.
"Ini bentuk dukungan kami agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi. Lima set seragam akan kami gratiskan," ujar Agung, Sabtu (27/6/2026).
Program tersebut diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga berpenghasilan rendah.
Pemerintah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengajukan permohonan bantuan langsung ke sekolah dengan menyampaikan kondisi ekonomi keluarga.
Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Verifikasi dilakukan dengan meninjau kondisi tempat tinggal serta latar belakang ekonomi calon penerima.
Menurut Agung, sejumlah indikator menjadi pertimbangan dalam proses tersebut, di antaranya orang tua yang tidak memiliki pekerjaan, keluarga yang kehilangan pencari nafkah karena meninggal dunia, maupun keluarga yang terdampak perceraian atau persoalan sosial lainnya.
"Bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik yang benar-benar tidak mampu membeli seragam sekolah secara mandiri," tegasnya.