PELALAWAN – Asian Agri melalui unit bisnisnya, PT Mitra Unggul Pusaka (MUP), menggelar seremoni Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (13/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam melindungi ekosistem gambut melalui pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
DMPG merupakan program pemerintah di bawah Kementerian Lingkungan Hidup yang berfokus pada restorasi dan pengelolaan ekosistem gambut berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai bagian dari implementasi program di Desa Sotol, PT MUP memberikan dukungan berupa pembangunan sekat kanal, penyediaan keramba, benih dan pakan ikan, serta pendampingan kepada masyarakat.

Senior Manager Sustainability Operations & CSR PT MUP, Putu Grhyate Yonata Aksa, mengatakan Program DMPG bertujuan mendorong peran aktif masyarakat agar mampu secara mandiri melaksanakan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di wilayahnya.
“Melalui Program DMPG, kami ingin mendorong peran aktif masyarakat agar mampu secara mandiri melaksanakan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di desanya. Harapannya, upaya menjaga gambut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Riau, Heri Masjudi, menjelaskan pembangunan sekat kanal dan budidaya ikan menjadi bagian penting dalam pendekatan Program DMPG. Menurut dia, setelah lahan gambut dibuka, pengelolaan air menjadi faktor utama untuk menjaga kelembapan gambut sekaligus mengurangi risiko kebakaran.
“Gambut yang dibuka akan kehilangan air sehingga menjadi kering dan lebih mudah terbakar. Karena itu dibangun sekat kanal agar air tetap tertahan di dalam kanal sehingga kelembapan lahan gambut tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut juga mengembangkan budidaya ikan patin, baung, dan gabus karena dinilai sesuai dengan karakteristik perairan di lahan gambut. Ketiga jenis ikan tersebut akan dipantau untuk mengetahui hasil budidaya terbaik yang dapat menjadi acuan pengembangan usaha masyarakat.
Program ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Sotol. Sekretaris Desa Sotol, M. Tiar, mengatakan DMPG memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan budidaya ikan di lahan gambut yang sebelumnya belum pernah dilakukan di desa tersebut.
Menurutnya, inisiatif itu juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan gambut secara lebih produktif.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik sehingga budidaya ikan di lahan gambut dapat terus berkembang. Ke depan, bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik agrowisata bagi Desa Sotol,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat, Program DMPG di Desa Sotol diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan ekosistem gambut yang mampu mengurangi risiko karhutla sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Tentang Asian Agri
Didirikan pada 1979, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang.
Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan sekitar 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya guna meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat.
Melalui komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menerapkan kebijakan tanpa pembakaran dan praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, serta ketertelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung proses sertifikasi. Pabrik Asian Agri juga memanfaatkan teknologi dan energi hijau untuk menekan emisi gas rumah kaca.
Perkebunan Asian Agri dan perkebunan petani plasma telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.