PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 236 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera pada Kamis (16/7/2026).
Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, disusul Bangka Belitung dan Sumatera Utara. Sementara itu, Provinsi Riau mencatat 28 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan pada Kamis (16/7/2026), berdasarkan hasil pemantauan satelit, total terdapat 236 titik panas di Pulau Sumatera yang tersebar di berbagai provinsi. Rinciannya, Aceh 7 titik, Sumatera Utara 31 titik, Sumatera Barat 28 titik, Sumatera Selatan 60 titik, Bangka Belitung 51 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Jambi 13 titik, Bengkulu 7 titik, Lampung 8 titik, dan Riau sebanyak 28 titik.
"Di Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 12 titik. Selanjutnya Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Siak masing-masing terdeteksi 3 titik panas," ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Kampar tercatat memiliki 2 titik panas, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru masing-masing terpantau 1 titik panas.
BMKG terus memantau perkembangan sebaran hotspot sebagai salah satu indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.