JAKARTA - Peta persaingan pasar otomotif tanah air memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar adu irit atau kemewahan kosmetik, melainkan pembuktian fungsionalitas teknologi elektrifikasi di kelas pencari volume terbesar Low MPV.
Keberhasilan Toyota Veloz Hybrid EV menyabet gelar tertinggi Car of The Year (CoTY) 2026 pada ajang Otomotif Award di Senayan Park, Jakarta (4/6/2026), menjadi penanda kuat bahwa masyarakat Indonesia kini siap beralih ke kendaraan hijau tanpa harus mengorbankan fungsionalitas mobil keluarga 7-penumpang.
Gelar tertinggi ini tidak didapatkan di atas kertas semata. Tim juri Tabloid Otomotif meluncurkan rangkaian pengujian komprehensif yang menilai aspek performa, value for money, efisiensi, inovasi, desain, hingga dampak sosial-ekonominya terhadap industri lokal.
Salah satu bukti empiris ketangguhan model ini adalah keberhasilan ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa.
Menempuh jarak ekstrem lebih dari 7.700 kilometer selama 47 hari dari Sirkuit Mandalika (NTB) hingga Medan (Sumatera Utara), Low MPV ini sukses melibas 4 pulau, 14 provinsi, dan 45 kota tanpa kendala berarti.
Uji jalan ini mempertegas pilar Quality, Durability, & Reliability (QDR) yang selama ini menjadi kekuatan utama Toyota.
"Apresiasi, kepercayaan, serta penerimaan positif dari masyarakat luas memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan kesempatan bagi Veloz HEV untuk terus berkontribusi memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia," ujar Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.
Di balik kap mesinnya, Veloz Hybrid EV mengandalkan dapur pacu mesin 2NR-VEX 1.500 cc yang dikawinkan dengan Series-Parallel Hybrid System.
Keunggulan mekanis ini terletak pada komponen Power Split Device yang telah dipatenkan secara global oleh Toyota.
Teknologi ini memungkinkan perpindahan daya secara halus (seamless) antara motor listrik dan mesin bensin.
Untuk kebutuhan mobil keluarga 7-seater, Toyota melakukan kalibrasi ulang pada sistem hybrid-nya agar mampu menyalurkan torsi yang lebih kuat saat beban penuh, namun tetap mempertahankan kesenyapan kabin yang superior dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Langkah paling agresif dari Toyota sebenarnya terletak pada strategi penetapan harga. Sebagai satu-satunya opsi Full Hybrid EV di segmen Low MPV saat ini, Veloz Hybrid dibanderol mulai dari Rp 308 juta.
Melalui program khusus "Hybrid EV untuk Semua", harganya bahkan ditekan menjadi Rp 303 juta, sementara kasta tertingginya, Veloz Q HEV TSS Modellista, berada di angka Rp389 juta (OTR Jakarta).
Strategi harga ini dinilai berhasil menjembatani jurang affordability (keterjangkauan) bagi konsumen yang ingin bermigrasi ke kendaraan elektrifikasi tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Selain Veloz, lini sedan Toyota juga menorehkan prestasi lewat Vios Hybrid EV yang memenangkan kategori Best Small Sedan.
Vios menjadi pionir Entry Sedan yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan dengan fokus pada aspek fun to drive.
Kehadiran Veloz Hybrid bukan sekadar urusan jualan unit, melainkan bagian dari komitmen "Toyota Ada untuk Indonesia".
Diproduksi secara lokal, proyek ini terbukti mampu menggerakkan rantai pasok dalam negeri, membuka keran ekspor baru sebagai penghasil devisa, serta memperluas penyerapan tenaga kerja terampil di bidang otomotif modern.
"Penghargaan yang didapatkan oleh Veloz Hybrid EV berkat kolaborasi seluruh stake holder Toyota di Indonesia. Baik manufaktur, value chain, hingga dealer yang ikut berkontribusi dalam menghadirkan kendaraan hybrid yang mumpuni," pungkas Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma.
Dengan raihan CoTY 2026 ini, Toyota mengirimkan pesan jelas ke pasar, masa depan mobilitas Indonesia tidak lagi eksklusif milik segmen premium, melainkan sudah siap dinikmati oleh seluruh keluarga Indonesia.(rilis)