Sinkhole Raksasa Muncul Lagi di Situjuah Ladang Laweh, Ribuan Warga Terisolasi
Montmelo Bukan "Sirkuit Asing", Veda Ega Incar Podium di Moto3 GP Catalunya 2026 Berbekal Memori 2025
Libur Sekolah Dibayangi Tiket Pesawat Mahal, Astindo Riau Sebut Permintaan Mulai Lesu
Lepas Ketergantungan Migas, Riau Bidik Investasi Rp72,5 Triliun di Tahun 2026
Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah
Polsek Pujud Obrak-abrik 'Tenda Biru' Sarang Sabu di Tengah Kebun Sawit
Daftar Lengkap 13 Sapi Kurban Presiden di Riau: Dari Simental hingga Brangus, Mana yang Terberat?
Kuansing Siaga Satu! Debit Sungai Kuantan Dekati Zona Merah
Truk CPO Terguling di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri KM 40, Warga Ramai-ramai Bawa Jerigen Jarah Minyak Mentah
Jangan Sampai Drop! Ini Trik Jemaah Haji Riau Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Armuzna 2026
Suzuki Marine Berinovasi Ciptakan Alat Pengumpul Plastik Mikro Pertama di Dunia
Kamis, 01 Oktober 2020 - 11:09:46 WIB
Suzuki Clean Ocean Project mencakup beberapa komitmen salah satunya adalah Clean-Up the World Campaign, yaitu kampanye untuk membersihkan laut, sungai, danau, dan perairan lainnya.
JAKARTA - Sampah sudah lama menjadi masalah serius yang mengancam kerusakan ekosistem laut. Salah satu jenis sampah yang perlu diwaspadai saat ini adalah plastik mikro yang bisa sangat membahayakan.
Berangkat dari Suzuki Clean Ocean Project --gerakan peduli lingkungan laut yang sudah berjalan 10 tahun-- Suzuki Marine sebagai salah satu unit bisnis Suzuki berinisiatif menciptakan alat pengumpul plastik mikro pertama di dunia yang dapat dipasang di mesin tempel.
“Suzuki sangat peduli terhadap kelestarian ekosistem dan biota laut. Dengan fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia, kami membuat inovasi dengan mengembangkan sebuah alat yang dapat mengumpulkan plastik mikro di lautan. Alat ini terpasang ke mesin tempel dan tidak mempengaruhi kinerja mesin sama sekali. Di saat yang bersamaan, alat ini mampu menyedot plastik-plastik kecil yang ada di jalur kapal,” terang Kensuke Ikeda, Departement Head of Suzuki Marine PT Suzuki Indomobil Sales.
Cara kerja alat pengumpul sampah plastik mikro pertama di dunia ini mengikuti mesin tempel. Saat mesin dihidupkan dan kapal melaju, mesin tempel akan memompa air laut untuk mendinginkan mesin. Air laut tersebut akan melewati saringan yang ada di dalam alat pengumpul plastik mikro, sehingga mampu menyaring sampah dan membersihkan air yang akan mengalir kembali ke laut. Diproduksi di Jepang, alat ini dikembangkan untuk dapat mengumpulkan limbah plastik mikro di sekitar permukaan laut hanya dengan menyalakan mesin kapal.
Melalui berbagai penelitian yang dilakukan serta komitmen dalam membersihkan limbah laut melalui gerakan Suzuki Clean Ocean Project, Suzuki mengembangkan alat ini dengan melakukan uji coba di 4 lokasi di Jepang yaitu Danau Hamana, Mikawa Mito, Kumamoto, dan Toyama, serta 3 negara lain yaitu Cina, Filipina, dan juga Indonesia. Meski kapasitas jumlah plastik mikro yang dapat dikumpulkan oleh alat tersebut masih terus dikembangkan, namun Suzuki lebih berfokus untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan lingkungan dengan menggunakan mesin dan alat yang diproduksi saat ini.
Suzuki Clean Ocean Project
Suzuki Clean Ocean Project merupakan gerakan inisiasi Suzuki sebagai salah satu kontribusi dan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat yang telah berlangsung selama 10 tahun. Selain melalui pengembangan alat pengumpul plastik mikro, Suzuki Clean Ocean Project juga mencakup beberapa komitmen salah satunya adalah Clean-Up the World Campaign, yaitu kampanye untuk membersihkan laut, sungai, danau, dan perairan lainnya. Dimulai pada tahun 2010 di Hamamatsu, Jepang, saat ini sudah lebih dari 8.000 orang dari 26 negara yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Di Indonesia sendiri, gerakan Clean Up The World sudah dilaksanakan sebanyak 7 kali sejak tahun 2014. Pada tahun 2019, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan di 2 tempat, yaitu pulau Bali dan pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Selain itu, Suzuki Marine juga berkomitmen mengurangi plastik untuk kemasan material dan suku cadang mesin dengan mengadopsi bahan kemasan alternatif atau kertas. Pengurangan penggunaan plastik ini diestimasi mampu mengurangi sekitar 2,3 ton plastik setiap tahunnya jika semua kemasan suku cadang asli Suzuki Marine diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
“Alat pengumpul sampah plastik mikro ini adalah bagian dari Suzuki Clean Ocean Project untuk membantu menyelesaikan masalah sosial yang tercantum dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Gerakan ini juga merupakan wujud dari komitmen Suzuki di aspek lingkungan dalam menerapkan slogan perusahaan yaitu ‘The Ultimate Outboard Motor’. Kami berharap pengembangan alat pengumpul plastik mikro ini dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan dan juga masyarakat Indonesia,” tutup Ikeda. (rilis)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)